Tiga Misionaris Indonesia Nyekar ke Makam Pater Bernard Bode SVD di Belanda

- Minggu, 15 Mei 2022 | 17:14 WIB
Dari kiri Pastor Zakarias Sago Kalik Pr, Pastor Gabriel Hunga Meha, CSsR, Pastor Gabriel Notan Keraf, CSsR (Noker) bersama dua suster SSpS saat berada di pemakaman SVD di Steyl, Belanda. (Dok Pastor Zakarias Sago Kalik Pr)
Dari kiri Pastor Zakarias Sago Kalik Pr, Pastor Gabriel Hunga Meha, CSsR, Pastor Gabriel Notan Keraf, CSsR (Noker) bersama dua suster SSpS saat berada di pemakaman SVD di Steyl, Belanda. (Dok Pastor Zakarias Sago Kalik Pr)

STYLE, VICTORY NEWS - Pater Bernard Bode SVD dan Lembata, Nusa Tenggara Timur, ibarat dua sisi dari satu mata uang. Gereja Katolik Indonesia, khususnya Serikat Sabda Allah atau Societas Verbi Divini (SVD) Provinsial Ende, Pulau Flores lengket dengan nama bele tue, Pastor Bode, tuan Bode atau Bernard Bode. Di Jerman atau di pusaranya nan asri di kampung Style, Belanda nama bele tue ditulis P Bernhard Bode.

Pastor Bode lahir di Bilshauesen, Jerman pada 20 Agustus 1885 dan meninggal pada 20 Agustus 1978 di Biara Pusat SVD di Steyl, Belanda dalam usia ke-76.

Panggilan hidup sebagai imam mengantarnya meneken kontrak mati imam ini mendharmabaktikan seluruh hidup dan karyanya sebagai pelayan Sabda, mewartakan kabar sukacita bagi umat dan warga bangsa di muka bumi di mana saja ia diutus.

Baca Juga: Dewan Pimpinan SVD Timor Visitasi ke Komunitas St Yosef Freinademetz SMK Nenuk

Bele tue Bode ditahbiskan menjadi imam tahun 1910. Oleh pimpinan SVD, ia dikirim menjadi misionaris dan berkarya selama enam tahun di Benua Afrika, tepatnya di Togo. Namun, akibat konflik Perang Dunia I pecah, bele tue Bode bale, pulang Eropa.

Panggilan sang Sabda dan dorongan kuat imam misionaris kuat yang dirindukan bele tue Bode jadi panduan. Bele tue Bode, misionaris yang saleh dalam istilah Vikaris Apostolik Kepulauan Sunda kecil dan Uskup Keuskupan Larantuka Mgr Heinrich Leven, SVD tempo doeloe, kemudian ia mendapat tugas untuk berkarya di Lembata.

Dari kiri Pastor Gabriel Notan Keraf, CSsR (Noker), dan Pastor Zakarias Sago Kalik Pr di makam Pastor Bernard Bode SVD di Steyl, Belanda.

Seperti ditulis Ansel Deri, pada 11 Mei 1920, bele tue Bode untuk pertama kali menjejakkan kakinya di Indonesia, sebuah negeri di kawasan Asia dengan mayoritas penduduk pemeluk Islam paling kaboak (besar, dalam terminologi bahasa gaul Kupang) di dunia.

Baca Juga: SVD Distrik Sumba Siap Operasikan SMAK St. Josef Freinademetz

Bele tue Bode menyapa Batavia (Jakarta, tempo doeloe) lalu menuju SVD Ende, menelusuri sebagian jalan darat menuju kota Reina (Larantuka) di ujung timur Flores, kemudian nae bero, tena (naik sampan) nyeberang melewati pinggiran selat Gonzalu, dalam dekapan bibir nusa tadon Adonara dan Solor, dua pulau eksotis di perairan Flores bagian timur sebelum akhirnya menelusuri perairan selatan Lembata lalu menetap di levo (kampung) Lamalerap, lereng Labalekan, tanah Misi yang dituju.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X