Rusia Tawarkan Harga Gas Lebih Murah, Iran Terancam Kehilangan Pelanggan

- Minggu, 22 Mei 2022 | 17:23 WIB
Tabung gas elpiji ditawarkan Rusia dengan harga lebih murah.  (Pixabay.com)
Tabung gas elpiji ditawarkan Rusia dengan harga lebih murah. (Pixabay.com)

MOSKOW, VICTORY NEWS-Invasi militer Rusia ke Ukraina berdampak pada boikot ekonomi oleh negara-negara Barat terhadap Moskow.

Hal tersebut memaksa Rusia untuk mencari pelanggan baru dalam memasarkan gas atau LPG demi menjaga stabilitas ekonomi dalam Negeri.

Rusia tak tanggung-tanggung menawarkan harga gas lebih murah ke TurkiAfghanistan dan Pakistan.

Kebijakan Rusia tentu menjadi tantangan berbahaya bagi penjualan gas Iran. Iran terancam akan kehilangan pelanggan.

Baca Juga: Dokter Spesialis Australia Layani Ribuan Warga di PLBN Motaain, Belu

Dilansir victorynews.id dari pikiran rakyat.com dengan judul Persahabatan Iran dan Rusia Memburuk karena Persaingan Gas, ekspor utama gas minyak Iran menghadapi persaingan sengit denga Rusia usai Moskow memotong harga kargo untuk pelanggannya, yakni Afghanistan, Pakistan dan Turki.

Ekspor LPG merupakan sumber pendapatan utama bagi Iran sebagai negara yang terkena sanksi.

Tetapi pengiriman ekspor tersebut bisa dalam bahaya karena Rusia  memburu pelanggan baru untuk sumber dayanya, termasuk LPG.

"Kami menjual gas cair ke Afghanistan dan Pakistan dengan harga 600 dolar AS hingga 700 dolar AS per ton, tetapi Afganistan mengatakan mereka hanya akan membeli dari kami dengan harga 450 dolar AS per ton," kata Kepala serikat minyak Iran, Seyed Hamid Hoseine.

Baca Juga: Ini Pesan Istri Penjabat Bupati Lembata Yang Baru Dilantik, Bekerjalah Sesuai Aturan!

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X