Cerita Penggagas Lakoat Kujawas Dicky Senda dari New York, Tiba di New York Amerika Serikat (1)

- Kamis, 23 Juni 2022 | 18:08 WIB
Dicky Senda, inisiator Komunitas Lakoat Kujawas di Mollo, Kabupaten TTS berswafoto dengan latar Times Square di New York, Amerika Serikat. Dicky Senda menjadi satu-satunya wakil Indonesia Timur yang lolos dalam Ford Global Fellowship 2022. (IG Dicky Senda)
Dicky Senda, inisiator Komunitas Lakoat Kujawas di Mollo, Kabupaten TTS berswafoto dengan latar Times Square di New York, Amerika Serikat. Dicky Senda menjadi satu-satunya wakil Indonesia Timur yang lolos dalam Ford Global Fellowship 2022. (IG Dicky Senda)

 

NEWYORK, VICTORYNEWS--Penggagas Komunitas Lakoat Kujawas di Desa Taeftob Kabupaten TTS, Dicky Senda berbagi cerita dari New York Amerika Serikat.

Dicky Senda mewakili Komunitas Lakoat Kujawas mengikuti Program Ford Global Fellowship di New York, Amerika Serikat.

Dicky Senda merupakan satu dari enam orang peserta asal Indonesia yang lolos seleksi program tersebut dan satu-satunya dari Indonesia Timur.

Dikutip victorynews.id dari akun Facebook Dicky Senda, tiba di New York, Amerika Serikat 12 Juni 2022, ini cerita Dicky Senda saat tiba pertama kali di New York.

Pemandangan Bandara John F Kenedy (JFK) Amerika Serikat. (Dok. Dicky Senda)

Tiba di New York 12 Juni 2021. Terhitung Jakarta - Dubai 8 jam, transit 3 jam dan lanjut perjalanan Dubai - New York sekitar 14 jam. Plus dari Bandara JFK 1,5 jam dengan taksi ke penginapan di Manhattan.

 
Bersyukur semuanya lancar, termasuk di border/imigrasi US.
 
Kurang dari 7 menit untuk dapat cap masuk Amerika (lebih lama waktu antriannya). Cuma ditanya akan berapa lama, menginap di mana dan bawa uang cash dollar berapa banyak.
 
Mungkin karena seluruh hidup Beta (Saya) selama di sini akan dijamin pihak program fellowship jadi semuanya cepat.
 
O ya tanpa pemeriksaan tes Covid, sertifikat vaksin, dll.
 
Karena waktu New York dan waktu Mollo beda 12 jam (di Timor lebih cepat), mulai nih merasakan jet lag.
 
Kayak sekarang, menulis ini waktu setempat setengah dua pagi, orang-orang pada tidur dan mata Beta (Saya sedang tepe'e lebar.
 
Semoga proses belajar di sini lancar.
 
Beta (Saya) akan ketemu kawan-kawan fellows (sesama penerima fellowship). Ada 72 orang dari berbagai negara di dunia.
 
Sejak Oktober tahun lalu katong su mulai program bersama secara online. Belajar bersama, diskusi, presentasi, coaching, mendesain program, dan lain-lain dengan berbagai isu lokal di komunitas masing-masing hingga isu global dari gender hingga politik, polarisasi hingga rasisme.***
 
 

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X