Takut Diinvasi China, Warga Taiwan Daftar Latihan Perang

Yance Jengamal
- Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:53 WIB
Tangkapan layar, warga Taiwan ramai-ramai mendaftarkan diri ke perusahaan swasta untuk mengikuti latihan  Perang akibat kekhawatiran invasi China. (Youtube TV One)
Tangkapan layar, warga Taiwan ramai-ramai mendaftarkan diri ke perusahaan swasta untuk mengikuti latihan Perang akibat kekhawatiran invasi China. (Youtube TV One)

Perusahaan tersebut menawarkan program terbaiknya untuk membantu masyarakat sipil baik pria maupun wanita mempelajari latihan militer termasuk pertahanan diri dan pertolongan pertama.

Perusahaan itu melatih personel militer serta penegak hukum namun sejak invasi Rusia ke Ukraina banyak warga sipil yang mendaftar dalam latihannya.

Baca Juga: Dukung Kapolri, Aliansi Masyarakat Peduli Kematian Brigadir J Kirim Puluhan Karangan Bunga ke Mabes Polri

Mereka menggunakan senapan angin atau soft gun serta membiasakan diri menggunakan senjata militer termasuk roket anti tank. Warga sipil yang mendaftar berasal dari beragam latar belakang.

Seperti diketahui, China memandang Taiwan sebagai bagian dari China dan tidak berhak merdeka sebagai negara berdaulat sejak presiden Taiwan Tsai Ing Weng menjabat di 2016, Pemerintah Beijing menolak berhubungan dengan pemerintahannya.

Taiwan pernah menjadi salah satu provinsi di China selama 10 tahun sebelum diambil alih Jepang pada tahun 1895. Usai Jepang kalah, Taiwan dikembalikan kepada pemerintahan China yang saat itu dipimpin oleh presiden yang di akhir perang dunia ke-II.

Taiwan kembali berpisah dari China pada tahun 1949 ketika presiden merelokasi pemerintahannya ke Taiwan.

Baca Juga: Jatuh Sakit, Ibunda Almarhum Brigadir J Dilarikan ke Rumah Sakit

Hal itu dilakukan karena komunisme mengambil alih kekuasaan di dataran utama China. Sejak saat itu, Taiwan menggenjot sendiri perekonomiannya hingga sekuat sekarang dan menjalin hubungan dengan negara internasional.

Taiwan juga perlahan membentuk identitas tersendiri yang terpisah dari China, akan tetapi China menolak mentah-mentah apa yang dilakukan Taiwan termasuk keinginan merdeka dari China.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X