Negara Persemakmuran Ingin Lepas dari Monarki Inggris Raya Usai Kepergian Ratu Elizabeth II

- Selasa, 20 September 2022 | 18:10 WIB
Presiden Trinidad dan Tobago, Paula-Mae Weekes ingin lepas dari negara Persemakmuran Inggris Raya.  (Tangkapan layar KompasTV)
Presiden Trinidad dan Tobago, Paula-Mae Weekes ingin lepas dari negara Persemakmuran Inggris Raya. (Tangkapan layar KompasTV)

LONDON, VICTORYNEWS - Sejumlah negara persemakmuran Inggris Raya berpikir untuk menjadi negara independen dan melepaskan diri dari monarki Inggris Raya

Visi tersebut mencuat setelah berpulangnya Ratu Elizabeth II seperti telah disampaikan Presiden Trinidad dan Tobago, Paula-Mae Weekes.

Laporan ini ditayangkan KompasTV : Berpulangnya Ratu Elizabeth II, Sejumlah Negara Persemakmuran Inggris Raya Ingin Melepaskan Diri, Selasa (20/9/2022).

Baca Juga: Pemakaman Ratu Elizabeth II, Siapa Saja yang Duduk di Dekat Peti Ratu?

"Ya, sejumlah wilayah Karibia telah menyatakan keinginan mereka untuk melakukannya (memutuskan hubungan dengan monarki)," tukasnya.

Menurutnya, pasca berpulangnya ratu ada perasaan dan pikiran negara-negara anggota persemakmuran Inggris untuk melepaskan diri dari monarki Inggris.

Presiden Trinidad dan Tobago ini merupakan satu dari ratusan pemimpin negara yang diundang kerajaan Inggris untuk menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth II.

Baca Juga: 100 Presiden dan Kepala Negara Hadiri Pemakaman Ratu Elizabeth, Enam Negara Ini Tak Diundang

Ia sendiri mengaku pernah bertemu Ratu Elizabeth II dan menyebut sang ratu merupakan pribadi yang hangat.

Sang presiden menyatakan kehilangan sosok ratu yang berwibawa dan bijaksana. ***

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X