Editorial : Angin Korupsi dari Ende

berbagi di:
ilustrasi korupsi

 

 

Entah kapan Bumi Pertiwi ini tertawa lepas kegirangan menyaksikan korupsi berlalu dan para koruptor punah? Tak ada yang tahu. Sikap menunggu seakan menjadi sikap yang pas. Sebab, perampokan uang negara dan dana rakyat kian menjadi-jadi. Di pusat masih serius dengan masalah korupsi KTP-elektronik yang melibatkan orang nomor satu Golkar yang kebetulan wakil rakyat dari NTT.

Tak hanya itu, mega skandal korupsi di daerah lain hadir dalam rupa operasi tangkap tangan beruntun terhadap beberapa pejabat daerah. Ajaibnya, hal tersebut sama sekali tidak memberi efek jera. Tak sedikit pun menggugah rasa malu sebagai manusia yang bermartabat. Singkatnya, menggarong uang rakyat hampir-hampir dianggap sah, asal berkuasa. Demikiankah?

Angin korupsi yang bertiup kencang dari Ende patut kita simak. Pasalnya, Kejaksaan Negeri Ende tengah sibuk bongkar-bongkar muatan korupsi di beberapa instansi. Dari dugaan korupsi dana asuransi Bumi Asih pada 141 aparat desa sebesar Rp 4,2 miliar hingga dugaan korupsi pembangunan gedung kantor perpajakan Ende yang mangkrak sejak 2012 senilai Rp 22 miliar. Keduanya tengah dalam penyelidikan serius.

Bagi publik NTT, khususnya masyarakat Ende, keseriusan Kejari Ende dalam menuntaskan beberapa dugaan skandal korupsi tersebut sangat diapresiasi. Dianggap serius jika berujung pada penegakan hukum yang serius pula. Yang mencuri uang rakyat harus mendekam di balik jeruji besi, tanpa basa basi. Publik menunggu tindakan model itu.

Penegakan hukum yang kerapkali masih setengah hati di negeri ini, khususnya di wilayah NTT, harus dimusnahkan. Sebab, merajalelanya perilaku-perilaku korup disebabkan oleh lembeknya penegakan hukum. Hukum dan hukuman di negeri ini dipandang gampangan; tak serius dan kadang penuh lelucon.

Karena itu, angin korupsi yang bertiup dari Ende ini harus menjadi taruhan para penegak hukum. Menuntaskannya akan menjadi gerakan yang menyehatkan daerah dari sakit korupsi yang sudah mengakar tunggang yang kuat. Korupsi telah menancap hingga ke kedalaman yang sangat jauh.

Intinya, menyelesaikan kasus-kasus korupsi di Ende tersebut merupakan bagian dari upaya besar menyelamatkan NTT dari jeratan korupsi. Daerah ini harus diselamatkan dari kematian birokrasi karena korupsi. Ia harus diselamatkan dari keterbelakangan karena kelakuan elit-elit yang gemar merampas harta rakyat. Kita tunggu!