Editorial : Arti Nyawa Dalam Bui

berbagi di:
ilustrasi penjara

 

Pelaku kriminal jalanan dihajar massa itu sudah biasa. Sebab, massa kerap tak terkontrol hingga off side melakukan main hakim sendiri. Namun, karena manusia tak luput dari khilaf dan kelemahan, maka dibentuklah rumah binaan yang kita sebaut sebagai rumah tahanan atau bui dan penjara.

Atas pertimbangan kemanusiaan pula, bui bukan semata rumah hukuman bagi pelaku kriminal. Namun, ia juga menjadi rumah binaan atau disebut pula lembaga pemasyarakatan. Artinya, dalam kekurangan dan kelemahannya para tahanan dibina, “dimasyarakatkan” kembali, dididik hingga menjadi manusia yang berjiwa sosial.

Soal kematian Mikael di dalam Lapas Penfui Kupang harus dilihat dari sudut pandang itu. Mikael diduga diberondong pemukulan oleh sesama penghuni bui karena ia menyerang petugas. Namun, pengakuan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTT berseberangan dengan dugaan itu.

Masalahnya, kematian Mikael menyatakan kepada publik tentang beberapa hal. Pertama, rumah tahanan itu tidak memiliki sistem pengamanan yang maksimal sehingga serangan Mikael terhadap sipir, jika benar demikian, seakan-akan harus diatasi dengan melibatkan para tahanan yang lain. Mikael pun diduga meregang nyawa pasca dikeroyok para napi yang lain.

Kedua, soal kuantitas petugas penjaga lapas. Bagaimana mungkin sebuah lembaga tahanan hanya dijaga oleh seorang pegawai. Rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan bukanlah sebuah lembaga biasa-biasa saja, sebagaimana lembaga-lembaga lainnya. Ini lembaga yang sifatnya luar biasa. Karena tidak biasa maka dibutuhkan sistem pengamanan yang tidak biasa pula.

Ketiga, kematian Mikael dalam penjara bisa juga menjadi bentuk kelemahan negara. Negara itu adalah lembaga tahanan itu sendiri. Padahal, bui adalah tempat warga yang belum tertib dibina agar menjadi tertib. Ia tempat warga yang belum beradab diubah jadi beradab. Jika Mikael benar mati karena dikeroyok, maka negara (lapas) tidak menjalankan fungsinya perlindungan secara baik.

Kita mendorong agar lapas-lapas di negeri ini, khususnya yang ada di NTT, sungguh-sungguh menjadi tempat binaan bagi warga yang bermasalah dan menjadi tempat perlindungan bagi pelaku kriminal dari hukum jalanan; siapa kuat dialah yang menang. Kita mendorong polisi agar mereka mau dan berniat membongkar kejadian ini seterang-terangnya. Kita tunggu!