Editorial : Birokrat Transparan

berbagi di:
sekda-ntt

 

 
Banyak pemimpin dalam sejarah. Namun sedikit yang menyejarah. Mereka datang, lalu pergi. Namun, tak banyak yang menjadi dambaan publik. Mereka menjabat dan berkuasa, namun segelintir yang menjadi catatan dalam pahatan abadi karena keabadian nama mereka.

Pemimpin pun dikenang karena memang mengesankan dan berpesan. Pesan terkuat adalah karya-karya perubahan, baik bagi lembaga yang dipimpin maupun bagi masyarakat. Kesan-kesan baik umumnya semata sebagai bumbu-bumbu penyedap bagi nama baik.

Siapa pun pemimpin itu selalu dinilai dari poin-poin itu, tak terkecuali bagi Frans Salem, seorang Sekretaris Daerah NTT yang purna tugas selama tujuh tahun lebih. Salem, nama yang tak asing bagi NTT. Ia “banyak makan garam” dalam dunia birokrasi NTT. Selama tujuh tahun ia menduduki kursi Sekda NTT.

Kini ia mengucapkan perpisahan di penghujung masa jabatannya. Dalam momen ramah tamah sederhana dan perpisahan Sekda dengan para wartawan di rumah dinas Sekda pada Sabtu (24/6). Salem mendapat kesan sebagai figur yang terbuka.

Dikenang tentu karena ia berkesan. Bagi wartawan, Sekda NTT itu dianggap terbuka dan kooperatif dengan para jurnalis. Itu kesan baik karena memang menganggap wartawan sebagai partner dalam tugas. Media dianggapnya sebagai corong pewartaan kerja-kerja pemerintah, sekaligus pemantau yang berfungsi mewartakan kembali pelbagai hal, entah keberhasilan maupun kegagalan pemerintah. Terbuka pada media tentu menjadi nilai plus bagi pejabat publik. Artinya, mereka siap didukung sekaligua dikritik.

Semoga sikap Pak Sekda NTT ini dapat diteruskan oleh penggantinya. Yang dibutuhkan tentu bukanlah sekAdar sebuah sikap ramah terhadap wartawan. NTT membutuhkan birokrat-birokrat yang transparan dan akuntabel dalam hal program-program pemerintah.

Sikap ramah dan murah senyum saja tak cukup. Yang paling dibutuhkan adalah efektivitas dan efisiensi kerja. Provinsi ini hanya akan maju jika para pemimpinnya mampu dan terus mau terbuka. Terbuka berisi: kejujuran, kerja keras, kerja cerdas, berniat baik dan tulus membangun daerah. Terima kasih Pak Frans Salem!