Editorial: Evaluasi ETMC!

berbagi di:
ilustrasi ETMC Ende 2017

 

 

 
El Tari Memorial Cup (ETMC) 2017 barangkali yang paling bagus disiapkan. Event sepakbola kebanggaan NTT ini menyedot perhatian, bahkan hingga ke level nasional. Acara pembukaan yang meriah dan persiapan matang oleh tuan rumah menambah kesemarakannya.

 

Apalagi event ini dipublikasi via video streaming sehingga insan-insan NTT diaspora dapat menikmatinya. Singkatnya, ETMC ini mulai dikenal, tak hanya oleh orang NTT tetapi juga oleh para penggemar sepakbola nasional.

 

Namun, final antara Perse Ende versus PSN Ngada dinodai oleh kerusuhan, tak hanya antarpemain tetapi juga antarsuporter. Kita tentu tak perlu lagi menelisik siapa yang salah dan siapa yang benar, siapa yang memulai atau pun yang menyulut persoalan.

 

Yang harus kita catat adalah langkah-langkah yang harus diambil pada event-event ETMC ke depannya. Memakai masalah ini sebagai bahan pelajaran adalah langkah bijak, baik oleh pengurus, tim dan pemain maupun penonton.

 

Yang kita perlu dorong adalah agar ETMC makin tahun makin menjadi profesional. Ukuran mendasarnya adalah penguatan regulasi. Di dalam regulasi terdapat sanksi keras dan tegas agar event ini bisa berlangsung terus di kemudian hari. Harapannya agar via ETMC kita bisa menunjukkan kepada publik bahwa NTT adalah gudang pemain sepakbola bagi Indonesia. Harapan itu bisa terwujud jika kita mengelolah event tersebut secara profesional.

 

Profesional jika para pemain disemai dari umur-umur kecil. Itu tugas pengurus provinsi PSSI NTT, bekerja sama dengan pemda, untuk memikirkan masa depan persepakbolaan NTT. Jika Amerika Latin yang notabene adalah negara-negara miskin bisa menjadi gudang pemain-pemain hebat, rasanya NTT bisa melakukan hal serupa asal saja sistem kompetisi level lokalnya berjalan secara konsisten. Kiranya ETMC yang cukup meriah ini dapat membuka mata kita semua.

 

Sepakbola NTT bisa juga disebut profesional jika sistem kompetisinya dilaksanakan secara profesional dengan aturan-aturan yang tegas. Pertengkaran di laga final itu wajib dipetik sebagai bahan evaluasi penting, khususnya berkaitan dengan aturan main yang harus diterapkan. Mulai dari tata tertib bagi suporter, ofisial, hingga para pemain. Regulasi tegas diperkuat dengan sanksi-sanksi keras. Untuk hal ini, kita mestinya belajar dari liga-liga Eropa seperti Liga Inggris, Spanyol, Jerman, dan lain sebagainya.