Editorial: Kapolsek ‘Main Minyak’

berbagi di:
foto-hal-01-cover-030220-penggerebekan-bbm-milik-kapolsek-dua

Mari kita menanti proses lanjut kasus penimbunan BBM di Sarai ini. Apakah Polda NTT dan Polres Sarai berani membawa kasus ini sampai di pengadilan, ataukah kasus ini bakal “suram” dan akhirnya padam.

 

 

Operasi penggerebekan oleh Polres Sabu Raijua pada Minggu (2/2), yang mengamankan 5 ton BBM milik Kapolsek Sabu Barat, Kompol Samuel Simbolon, mencengangkan publik.

Kita patut mengapresiasi Kapolres Sarai Kapolres Sarai, AKBP Jakobus Siubelan dan jajarannya. Hanya dengan informasi yang disampaikan masyarakat melalui media sosial (Facebook), Kapolres memerintahkan aksi penggerebekan tersebut.

Kapolsek Sabu Barat Kompol Samuel Simbolon mengakui, BBM tersebut miliknya. Ia mengaku membelinya dari uang pribadi untuk kebutuhan Polsek dan sisanya dijual kepada masyarakat.

Benarkah demikian? Faktanya, setiap kali terjadi kelangkaan di Sarai, nyata terlihat antrean panjang kendaraan di SPBU, sementara penjualan secara eceran marak dengan harga mencekik. Ternyata, BBM langka hanya di SPBU.

Tentu ada ‘tangan-tangan liar’ yang bermain dalam tata niaga dan distribusi. Mungkin saja mereka bermain dengan oknum-oknum di Pertamina, agen penyalur, atau pihak SPBU.

Sebetulnya mudah sekali mengurai mata rantai permainan BBM ini. Tapi pada kenyataannya, di setiap operasi penertiban dan penggerebekan, hanya orang-orang “kecil” saja yang ditangkap.

Keterlibatan orang-orang “kuat”, termasuk oknum aparat keamanan dalam sekian lama hanya menjadi desas-desus di masyarakat. Aksi mereka terkadang nyata terlihat tapi sulit diungkap.

Hanya proses hukum yang membuktikannya. Kita mendukung Polres Sarai menangani kasus ini, membawanya sampai di pengadilan. Hukum harus ditegakkan.

Jika terbukti Kapolsek Simbolon ‘main minyak’, maka siapa lagi yang “bermain” dengannya? BBM sebanyak 5 ton bukan sedikit untuk ukuran Kabupaten Sarai yang hanya sebulan sekali mendapatkan pasokan dari Kupang.

Ungkap semua yang terlibat dalam kasus ini agar distribusi dan tataniaga BBM bebas dari mafia. Mari kita menanti proses lanjut kasus penimbunan BBM di Sarai ini. Apakah Polda NTT dan Polres Sarai berani membawa kasus ini sampai di pengadilan, ataukah kasus ini bakal suram dan akhirnya padam.

Mari kita menanti proses lanjut kasus penimbunan BBM di Sarai ini. Apakah Polda NTT dan Polres Sarai berani membawa kasus ini sampai di pengadilan, ataukah kasus ini bakal “suram” dan akhirnya padam.