Editorial: Kematian dalam Sel Polres TTS

berbagi di:

 

Seprianus Nautani meregang nyawa dalam sel tahanan Polres TTS pada Jumat (26/5). Diduga dianiaya tiga tahanan dan seorang oknum polisi yakni Kanit Intel Polsek Kuanfatu. Sel tahanan bukan lagi menjadi tempat perlindungan bagi pelaku kejahatan dari tindakan main hakim sendiri. Sel bukan lagi tempat yang nyaman untuk menyelesaikan kasus-kasus kejahatan hingga tuntas.

Yang menjadi perhatian serius dari kasus ini adalah dugaan tindakan kekerasan dan penghakiman sendiri oleh oknum anggota polisi. Tuntutan keluarga Seprianus untuk membongkar kasus ini sangat beralasan. Bagi mereka, Seprianus meninggal secara tidak wajar. Olehnya desakan untuk otopsi, yang hingga kini belum diberitahukan hasilnya kepada pihak keluarga, harus dilakukan secara transparan dan objektif. Tujuannya tak lain adalah mengetahui secara jelas kematian Seprianus.

Kendati tiga tahanan telah mengakui soal tindakan kekerasan mereka terhadap Seprianus, pihak keluarga dan publik tentunya harus mendapat informasi yang sejelas-jelasnya apakah oknum polisi yang dimaksud ikut terlibat. Untuk itu, pihak kepolisian diharapkan memprosesnya secara serius dan objektif.

Kasus ini adalah taruhan lembaga kepolisian, tak hanya di level daerah tetapi juga di level nasional. Ia akan menjadi acuan baik jika pihak kepolisian berani membongkar sembari mengakui keborokan perilaku oknum-oknum yang tidak taat hukum. Namun, kasus ini akan menjadi gambaran buruk jika kasus ini ditutup-tutupi demi menyelamatkan muka kepolisian secara kelembagaan.

Kasus ini tentunya tak hanya akan berbicara Polres TTS semata. Ia akan melebar ke berita nasional dan mencakup Kepolisian secara nasional. Mengapa? Tahanan meregang nyawa dalam sel polisi karena mendapat perlakuan kekerasan, apalagi diduga oleh aparat sendiri, sama artinya menegaskan kepada publik bahwa lembaga kepolisian sudah tidak bisa dipercaya lagi sebagai lembaga pelindung dan pengayom.

Karena itu, harapan terakhir keselamatan hukum dalam kasus itu adalah kepolisian sendiri. Nyawa melayang dalam tahanan polisi dengan dugaan kekerasan oleh tiga tahanan dan oknum polisi itu bukanlah hal enteng. Semoga pihak kepolisian segera mengungkapkannya secara jelas, objektif dan tuntas. Mari serius!