Editorial: Potret Semen Kupang

berbagi di:
foto-hal-01-cover-060220-pt-semen-kupang-01

Masyarakat NTT bangga karena memiliki pabrik yang menghasilkan semen berkualitas. Bukan hanya sekadar nama “Kupang” tertera di sak semennya, sementara isi bukan hasil olahan sendiri.

 
Kala itu, 14 April 1984, suasana di seputaran Osmok, Tenau, Kota Kupang tampak sibuk. Jejeran anak sekolah berseragam merah-putih, putih-biru dan putih-abu-abu, di jalan raya. Mereka memegang bendera yang dibuat dari kertas berwarna merah putih. Semarak dan meriah. Walaupun panas menyengat, bukan merupakan persoalan.

Saat itu, Presiden Soeharto ditemani rombongan menteri, di antaranya Hartarto, Ali Wardhana, Achmad Affandi, Soeyono Sosrodarsono, Soedharmono dan LB Moerdani. Hadir pula Pangkodperal Surabaya, Pangkowilhan Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Gubernur Timtim kala itu Mario Viegas Carrascalao.

Para petinggi negeri ini, kala itu hadir di Kota Kupang untuk meresmikan pabrik Semen Kupang. Walau pabriknya kecil, karena tidak sama dari segi teknologi dengan pabrik semen di Pulau Jawa dan Sumatera, tapi kehadiran PT Semen Kupang saat itu boleh dikatakan sangat istimewa.

Dilansir dari Kompas edisi 16 April 1984, menurut Gubernur NTT Ben Mboi, pembangunan pabrik ini merupakan pembuka sejarah baru kehidupan daerah yang minus dan miskin ini. Akibatnya, tidak mustahil bagian bumi Indonesia bagian Timur ini, sebagai bagian komponen mutlak struktur ekonomi di masa datang.

Dengan gagasan delapan jalur pemerataan, kata Ben Mboi setengah berpuisi, “Batu karang ini telah menjadi aset ekonomi. Putus asa menjadi harapan, cita-cita ditansformir menjadi kenyataan. Batu karang menjadi aset kesejahteraan rakyat, batu karang tidak lagi menakutkan melainkan menjadi daya tarik bagi ilmu dan kapital”.

Potret pabrik Semen Kupang 36 tahun lalu ternyata menampilkan keceriaan dan kecerahan menatap masa depan. Sayangnya, selama perjalanan waktu, satu-satunya pabrik yang ada di Kota Kupang itu tidak pernah memberikan deviden kepada para pemegang saham.

Salah urus, membuat potret ceria kehadiran PT Semen Kupang itu menjadi buram. Puluhan tahun manajemen PT Semen Kupang menyimpan masalah. Membungkus rapi persoalan tanpa diselesaikan. Akhirnya nyaris ambruk dan hampir kolaps.

Kini, PT Semen Kupang dengan manajemen baru mencoba menghadirkan kembali potret ceria. Berbagai gagasan dan wawasan bisnis siap untuk diimplementasikan. Kerja manajemen baru diharapkan akan membangkitkan semangat baru.

Yang pasti jangan lagi potret buram manajemen PT Semen Kupang masa lalu terbawa ke depan. Segala potensi patut didayagunakan sehingga kehadiran PT Semen Kupang paling tidak tertinggal di rumah-rumah masyarakat NTT. Semen Kupang ada di setiap bangunan milik pemerintah di seluruh wilayah Provinsi NTT.

Dan akhirnya, potret PT Semen Kupang menjadi cerah dan ceria serta dipajang di setiap sudut bangunan yang dibangun dengan semen Kupang. Masyarakat NTT bangga karena memiliki pabrik yang menghasilkan semen berkualitas. Bukan hanya sekadar nama “Kupang” tertera di sak semennya, sementara isi bukan hasil olahan sendiri.