Editorial: Tender di Awal Tahun

berbagi di:
ilustrasi proyek tender

Ilustrasi tender

 

Kita berharap out put dari tender di awal tahun yang sudah dimulai Pemprov NTT, menghasilkan pekerjaan yang selesai tepat waktu, bermutu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah ini.

 
Tender proyek di awal tahun bukan sesuatu yang jarang, tapi memang tidak pernah dilakukan selama ini. Tahun ini, Pemerintah Provinsi NTT ingin memulai sesuatu yang baru.

Kebiasaan tender pada pada triwulan pertama hingga pertengahan tahun anggaran, bahkan lewat dari itu, kini dimulai dari awal tahun. Dari Januari pemerintah sudah tancap gas. Tak pelak, 70 paket proyek sudah ditenderkan.

Salah satu faktor penyebab gagalnya pelaksanaan proyek karena waktu untuk memulai tender sudah terlambat sejak awal. Akibatnya, hingga masa kontrak habis, proyek belum selesai dikerjakan.

Dengan memulai tender lebih awal, tidak hanya soal proyek itu selesai tepat waktu, tetapi juga soal kualitas pekerjaan. Karena dengan waktu lebih leluasa, para rekanan tidak berpikir dikejar deadline, tetapi juga memperhatikan mutu pekerjaan.

Selain itu, bila ada hambatan bersifat force major, bisa dilakukan adendum dalam tahun anggaran berjalan. Ironisnya, selama ini adendum waktu terjadi hingga tahun anggaran baru. Tentu kita tidak toleransi terhadap adendum di luar kondisi force major.
Keuntungan lain dari tender di awal tahun juga untuk menekan anggaran yang terpaksa harus dikembalikan ke kas negara karena proyek yang tidak selesai dikerjakan atau gagal tender.

Salah satu kontribusi terbesar dari besarnya sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) setiap tahun karena anggaran proyek yang tidak terserap seluruhnya, baik karena pekerjaan yang tidak selesai maupun proyek yang gagal tender.

Anggaran yang tidak terserap memperlambat laju pembangunan di daerah. Yang harus dibangun tahun ini, ditunda sampai tahun depan. Padahal, sudah ada program yang siap diluncurkan pada tahun depan.

Akibatnya, kita tak beranjak maju dari tempat. Anggarannya sudah minim, minim pula penyerapannya. Semuanya ini hanya karena salah kelola dan salah urus.

Tender di awal tahun, dimaksudkan agar semua kegiatan yang sudah ditetapkan anggarannya, dapat terlaksana dalam tahun anggaran berjalan. Tidak ada alasan di kemudian hari, anggaran tidak terserap karena masalah waktu.

Tender di awal tahun juga bisa mencegah adanya permainan yang tidak sehat dalam proses tender. Sering ada proyek sengaja diulur-ulur hingga menjelang akhir tahun baru dilepas, hanya untuk memenangkan rekanan tertentu. Akibatnya bukan proyek itu selesai, tapi pekerjaan mangkrak.

Inilah manfaat yang bisa didapat bila tender proyek dilakukan pada awal tahun. Kita berharap out put dari tender di awal tahun yang sudah dimulai Pemprov NTT, menghasilkan pekerjaan yang selesai tepat waktu, bermutu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah ini. (*)