Editorial : TTS Miras dan Dewan

berbagi di:
miras

 

 
Dewan TTS dalam sorotan yang memojokkannya. Tak hanya lembaga Dewan yang terpojok. Tetapi juga Nasdem, kala ketua Dewan, Jean Neonufa, yang adalah anggota Nasdem menjadi pusat berita tak sedap. Sebabnya adalah kasus keributan pada saat pesta syukuran Sambut Baru Kamis (22/6) malam.

Letak soalnya bukan pada pertikaian, tetapi pada hadirnya minuman keras. Miras sangat dekat dengan mabuk. Singkat cerita, Jean diduga terkena pukulan dalam keributan malam itu.

Fokus perhatian sebaiknya bukan pada pertikaian. Tetapi lebih tepat pada relasi miras dan mabuk, serta posisi anggota dan lembaga Dewan terhormat. Tentu itu bukan relasi yang baik. Itu relasi yang menggerus kehormatan. Miras dan mabuk membuat orang tak sadar diri, tak tahu diri, tak bisa menempatkan diri dengan baik, dan tak tahu menjaga kehormatan diri. Itu pengetahuan yang bertolak dari kenyataan dan pengalaman.

Mengapa miras terus merenggut kehormatan orang-orang yang katanya terhormat? Apa yang menimpa Jean Neonufa menjadi catatan serius bagi dua lembaga. Pertama, bagi lembaga Dewan TTS khususnya Badan Kehormatan (BK).

BK mesti berproses untuk memastikan benar tidaknya masalah itu terjadi dan juga untuk menjamin tetap terhormat lembaga Dewan. Tak perlu menanti laporan resmi dari masyarakat, karena untuk fungsi itulah BK dibentuk.

Tampang dan citra Dewan juga ditentukan oleh pimpinan dan seluruh anggota. Kelakuan, dan tindak tanduk pimpinan dan anggota sangat menentukan integritas lembaga secara keseluruhan. Olehnya, perilaku buruk satu atau dua anggota bisa menodai kehormatan lembaga. Artinya, dalam kasus Jean ini DPRD TTS patut mengambil tindakan sebagaimana diatur dalam tata tertib kelembagaan.

Kedua, bagi partai politik. Dalam hal ini adalah Partai NasDem. Untuk menguji kelakuan anggotanya yang berada di lembaga terhormat itu, parpol wajib melacak jejak-jejak perilaku mereka. Dalam kasus Jean ini, parpol Nasdem perlu mengambil tindakan tegas. Alasannya tak jauh berbeda dengan hal pertama bahwa kelakuan satu atau dua anggota sangat menentukan wajah partai secara keseluruhan. Kelakuan baik mempercantik partai. Sebaliknya, kelakuan buruk hanya akan menghancurkan partai. Semoga dua lembaga ini tidak menunda mengambil keputusan. Tuntaskan!