Editorial: YM Corengi Polda NTT?

berbagi di:
Ilustrasi Human Trafficking

 
Linda Adu, wanita asal Rote Ndao, tertipu. Tipuan maut berwujud godaan wisata 19 hari ke Malaysia. Gadis itu tak kembali selama empat tahun. Tak ada kabar dan berita. Bagi keluarga, ia seakan sudah tak bernyawa kala mereka tak tahu dimana ia berada. Wisata 19 hari itu pun berubah menjadi tawanan selama empat tahun sebagai pembantu rumah tangga.

Ia bekerja namun tak bergaji. Haknya dicampak, sebab ia tak berhak mendapat upah. Linda ilegal di atas kertas. Namun, tenaganya terkuras pada pekerjaan di rumah orang-orang di Malaysia. Tuntutannya terhalang tembok dokumen-dokumen palsu. Menuntut berarti harus siap menghadapi Kepolisian Malaysia. Dia pastilah ditahan dan dipenjarakan, sebab ia illegal.

Namun, jejak kepergiannya tak lenyap. Ada Yuliana Mesak (YM) yang tersisa. Linda Adu dan kawan-kawan dikirim Yuliana empat tahun silam dari Kupang. Jejak itu masih jelas dan sejelas-jelasnya, bahwa YM mengirim mereka ke sana. Aparat penegak hukum seharusnya tak kesulitan mencari siapa penjahat di balik kejahatan ini.

Bagi publik, jika dibukukan penjualan manusia di NTT sudah memenuhi syarat menjadi ensiklopedi. Jumlahnya sudah banyak. Tentang apa, bagaimana, kapan, di mana, dan siapa pelakunya sudah jelas. Karena tak ada solusi, maka jejaring kejahatan itu pun sudah memenuhi syarat menjadi ensiklopedi tentang jaringan-jaringan dan sindikatnya.

Ukuran sederhananya bisa dilihat dari kejadian berikut: YM selaku pihak yang mengajak Linda Adu dan Aci untuk menjadi TKW, saat mengunjungi rumah Aci di Oebufu, dijemput oleh tiga personel dari Polda NTT. Namun, beberapa jam setelah penjemputan itu ia kembali ke rumah Aci dan mengatakan bahwa dirinya dilepas kembali oleh Polda karena ia dianggap tidak bersalah.

Pernyataan butuh klarifikasi dari Polda NTT. Tujuannya, wajib memeriksa: Apakah betul YM dipanggil tiga personel Polda? Apakah pernyataan YM benar adanya bahwa dia tidak bersalah? Mengapa YM begitu mudah dijemput, lalu dilepaskan kembali? Silakan Polda NTT menjawab. Ini penting dan jangan menganggapnya remeh!