Ekonomi Pulau Timor Diyakini Bertumbuh

berbagi di:
gub

 

DIALOG: Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (kanan) berdialog dengan Duta Besar RDTL untuk Indonesia Alberto Xavier Pareira Carlos bersama rombongan di ruang kerjanya, kemarin. Foto:RAFAEL PURA/VN

 

 

Rafael L Pura

PROVINSI NTT dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) sejatinya memiliki satu tujuan yang sama, yakni bagaimana membangun masyarakat Pulau Timor menuju sejahtera. Penduduk kedua wilayah yang memiliki ikatan kekerabatan yang erat dan berada dalam satu daratan merupakan modal kuat dalam membangun kerja sama.

Dan jika dikelola dengan baik melalui kerja sama yang baik, maka dalam kurun waktu 15 tahun mendatang akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang luar biasa di Pulau Timor.

Pandangan tersebut dikemukakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat beraudiens dengan Duta Besar RDTL untuk Indonesia Alberto Xavier Pareira Carlos bersama rombongan di ruang kerjanya, Senin (10/8) pagi.

“Sebenarnya secara ekonomi, kemerdekaan Timor leste merupakan anugerah bagi Timor Barat,” ujar VBL.

Menurut VBL, Pulau Timor memiliki keunikan. Secara administratif, terdapat dua negara dalam satu pulau, yaitu Indonesia dan RDTL. Ia menyebut ini sebagai keunggulan letak geografis yang harus bisa dimaksimalkan untuk memajukan ekonomi kedua wilayah.

“Kalau bicara NTT dan RDTL, maka cara bepikirnya adalah membangun Pulau Timor, bukan membangun dua negara sehingga mudah untuk menterjemahkannya dalam sebuah kerja sama. Karena kita ini bersaudara, cuma yang memisahkan kita hanyalah batas negara secara politik. Namun secara ekonomi dan sosial tidak,” kata Gubernur VBL.

VBL menekankan pentinganya mengedepankan hati yang bersih dalam membangun pulau Timor. Semangat itu harus terus dipegang teguh. Jangan ada agenda politik di dalamnya.

Mantan anggota DPR RI tersebut juga menyebut peluang-peluang lainnya yang dapat “ditangkap” untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Pulau Timor.
“Berdasarkan pengalaman saya dengan latar belakang entrepreneurship, dalam tiga bulan ini kita mesti serius untuk membicarakan tentang strategi Free Trade Area di wilayah perbatasan karena RDTL memiliki aset berupa bandara internasional di Oekusi namun tidak memiliki barang ekspor. Sedangkan NTT memiliki potensi barang kualitas ekspor namun terbatas dari sisi kuota untuk ekspor,” ujar VBL.

Sementara itu, Alberto Xavier Pareira Carlos selaku Duta Besar (Dubes) RDTL untuk RI menyampaikan apresiasi atas ide-ide cemerlang Gubernur NTT untuk memajukan NTT dan Timor Leste.

“Selama perjalanan karier saya mendapat amanah jabatan ini, baru kali ini saya berkesempatan berkunjung ke NTT. Kami sudah bertemu dengan Pak Bupati Belu di wilayah perbatasan untuk membicarakan tentang kerjasama ekonomi perbatasan. Saat ini juga saya bisa bertemu langsung pak Gub (Gubernur). Ingin sekali mendengar ide gagasan pa Gubernur untuk membangun kerjasama karena kita ini satu pulau dan bersaudara,” ungkap Dubes Alberto.

Dubes Carlos berjanji untuk menyampaikan ide-ide ini kepada pimpinan negara RDTL untuk segera direalisasikan. Tampak hadir pada audience tersebut Dubes RDTL untuk RI bersama jajarannya, Staf Khusus Gubernur, Pimpinan Perangkat Daerah. (E-1/yan/ol)