Kadis Pertanian NTT Minta Pemkab Belu Libatkan SMK Buka Lahan Tidur untuk Program TJPS

- Senin, 24 Januari 2022 | 18:16 WIB
Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Frederich Koli pose bersama Bupati Belu dr Agus Taolin, Gubernur NTT Viktor B Laiskodat dan PPL maupun off taker usai penanaman jagung secara simbolis di Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, NTT, Senin (24/1/2022)
Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Frederich Koli pose bersama Bupati Belu dr Agus Taolin, Gubernur NTT Viktor B Laiskodat dan PPL maupun off taker usai penanaman jagung secara simbolis di Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, NTT, Senin (24/1/2022)

ATAMBUA,VICTORY NEWS-Kunjungan kerja Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat di desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, NTT ditandai dengan aksi tanam jagung panen sapi( (TJPS) di lahan seluas 20 Hektar, Senin (24/1/2022)

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Lecky Frederich Koli, meminta Pemkab Belu melibatkan SMK di Belu untuk membuka lahan tidur milik masyarakat untuk ditanami jagung program TJPS dengan sistem bagi hasil.

"Alat tanam jagung untuk mempermudah masyarakat petani di Belu terdapat 30 unit. Jadi kalau lahan masyarakat banyak maka bisa pakai alat yang ada untuk permudah saat menanam setelah lahan diolah, " Tandasnya.

Baca Juga: Hebat!! Terima Bantuan Seroja Rp17 Miliar dari Pempus, Pemkab Lembata Hanya Gunakan Rp5 Miliar

Frederich juga meminta dukungan Bupati Belu agar mengembangkan program TJPS di Kecamatan Tasifeto Barat hingga 3 ribu hektar. Supaya bisa merangsang kecamatan lain untuk ikut ambil bagian, tetapi harus melibatkan SMK.

Ia juga menegaskan agar Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Belu, memperhatikan hasil produksi lahan TJPS seluas 20 hektar di Rinbesihat agar bisa mencapai 7 ton per hektar. Sebab bibit yang digunakan adalah yang terbaik.


Sementara Bupati Belu dr Agus Taolin, menyampaikan, lahan kering di Tasifeto Barat akan dikerjakan supaya mendukung penuh program Pemprov NTT.

Baca Juga: Tega! Seorang Pria di Manggarai Timur Perkosa dan Aniaya Ibu Kandung di Hadapan Ayahnya

Di sekitaran Rinbesihat, jelas dia, terdapat lahan sawah 285 hektar, jagung 81 hektar, lahan tidur 100 hektar.

Terdapat 4 kelompok tani yang siap mengolah lahan tidur itu. Antara lain kelompok tani Lalabau, Embun pagi, Hidup baru dan sepuluh bersaudara. 

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tak Bayar Pajak, Pemkot Kupang Segel Papan Reklame

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:27 WIB

OJK Nilai BPR Crista Jaya Normal dan Stabil

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:46 WIB

Meja Rias Minimalis untuk Tampilan Makin Modis

Jumat, 12 Agustus 2022 | 23:10 WIB

Bank NTT Bantu Pasarkan Produk UMKM ETF 2022

Jumat, 12 Agustus 2022 | 21:36 WIB
X