Gubernur NTT Puji Peran Koperasi dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat

- Selasa, 10 Mei 2022 | 20:53 WIB
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat menerima kunjungan silahturahmi Pengurus Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Flores Mandiri. (Foto Humas NTT).
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat menerima kunjungan silahturahmi Pengurus Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Flores Mandiri. (Foto Humas NTT).

KUPANG, VICTORYNEWS - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memuji peran dan kiprah koperasi dalam upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus  merealisasikan visi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. 

"Saya senang dengan berbagai langkah koperasi dalam menggerakan ekonomi masyarakat NTT. Gubernur omong begini, pasti koperasi buat dan terjemahkan. Koperasi yang buat mimpi gubernur dan wakil gubernur jadi (nyata,red)," kata Gubernur NTT saat menerima audiensi dari pengurus Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Flores Mandiri di ruang kerja Gubernur NTT, Selasa (10/5).

Gubernur Viktor mengungkapkan dalam kunjungan kerjanya ke daratan Flores pada bulan April lalu, peran besar koperasi sangat tampak. Koperasi sungguh bergerak dalam sektor ekonomi riil.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Koperasi dan UMKM Jangan Jadi Penonton di Era Digital

"Koperasi mempunyai kapital yang luar biasa. Koperasi baik besar atau kecil punya karakter yang sudah terbentuk secara kuat yakni kepercayaan tinggi (dari masyarakat,red). Kepercayaan seperti ini adalah modal utama dalam membangun networking atau jaringan yang lebih luas," jelas Gubernur VBL.

Lebih lanjut mantan ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu menjelaskan, pemerintah terus mendorong peran optimal koperasi dalam pemberdayaan masyarakat.

"Ke depan pemerintah akan terus mendorong agar koperasi dapat berkembang secara luar biasa. Kita terus menginjeksi koperasi agar terlibat dalam sektor-sektor produksi. Bayangkan setahun, kita harus mengeluarkan uang sekitar Rp 1 triliun untuk datangkan pakan ternak," katanya.

Baca Juga: Diproduksi oleh Koperasi di Jawa Timur, 52 Ton Pakan Sapi Dikirm ke Brunei

Dia mengatakan, begitupun untuk membeli kecap, uang keluar dari NTT kira-kira sekitar Rp700 miliar per tahun. Bahkan telur ayam, tomat dan bawang masih didatangkan dari luar.

"Koperasi dapat membuat perusahaan pakan ternak dan kecap karena kita punya bahan mentah dan sumber daya alam yang melimpah, pemerintah siap mendukung dengan regulasi. Uang sebanyak itu kalau beredar di  NTT tentu akan berdampak pada  peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelas Gubernur Viktor.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Terkini

Meja Rias Minimalis untuk Tampilan Makin Modis

Jumat, 12 Agustus 2022 | 23:10 WIB

Bank NTT Bantu Pasarkan Produk UMKM ETF 2022

Jumat, 12 Agustus 2022 | 21:36 WIB

WASPADA! Inflasi NTT Melonjak

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:12 WIB
X