Komisi II DPRD Lembata Minta Pemkab Aktifkan Tim Pengawas Penyaluran BBM

- Jumat, 13 Mei 2022 | 11:42 WIB
Antrean BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Lembata.  (Hiero Bokilia victorynews.id)
Antrean BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Lembata. (Hiero Bokilia victorynews.id)

LEWOLEBA, VICTORY NEWS-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata l, NTT diminta segera mengaktifkan Tim Pembinaan dan Pengawasan terhadap penyaluran BBM di Kabupaten Lembata.


Melalui pembinaan dan pengawasan yang baik dalam penyaluran BBM, diyakini akan membantu mengurai permasalahan antrean panjang pembelian BBM di APMS Lamahora, Kelurahan Lewoleba Timur, Kecamatan Nubatukan, dan dua SPBU yakni di Waijarang, Kecamatan Nubatukan dan Balauring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata.

Baca Juga: Ira Ua: Hidup Saya Tidak Tenang Selama Astri an Lael Masih Ada, Jadi Pemicu Randi Badjideh Lakukan Pembunuhan

Wakil Ketua Komisi II DPRD Lembata, Paulus Makarius Dolu kepada victorynews.id, Jumat (13/4/2022) mengatakan, dengan melakukan pembinaan dan pengawasan secara baik, maka akan ada solusi yang tepat, baik, dan benar dalam pendistribusian BBM.

"Ini karena selama ini tim atau Satgas yang sudah di-SK-kan belum bergerak. Data awal sudah pemerintah miliki misalnya kuota BBM, jumlah Kendaraan, dan pengguna BBM lainnya untuk UKM. Perilaku isi, sedot, jual, antre BBM subsidi harus diakhiri," tegas Paul Dolu.

Baca Juga: Jajaki Kerja Sama, Kepala BNNP NTT Temui Ketua MUI

Pemerintah diyakininya sudah mengantongi data terkait kehadiran 34 mobil pick up yang selama ini antre dan menyedot BBM lalu kembali mengantre BBM.

"Pengecer yang belum kantongi izin, semua akan Komisi kawal agar pemerintah lakukan pembinaan dan pengawasan," tandas Paul Dolu.***

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank NTT Tawarkan Program KKB dan Digital Loan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 17:48 WIB

Pengawasan Ketahanan Pangan Utamakan Pencegahan

Kamis, 23 Juni 2022 | 22:51 WIB
X