Bursa Efek Indonesia Klaim 80 Persen Investor Adalah Milenial

- Rabu, 8 Juni 2022 | 13:14 WIB
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawsi menyampaikan keterangan kepada sejumalah wartawan saat peresmian gedung, Rabu (8/6/2022). Ia mengatakan 80 persen investor saat ini adalah milenial.  (victorynews.id/Nahor Fatbanu)
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawsi menyampaikan keterangan kepada sejumalah wartawan saat peresmian gedung, Rabu (8/6/2022). Ia mengatakan 80 persen investor saat ini adalah milenial. (victorynews.id/Nahor Fatbanu)

KUPANG, VICTORYNEWS- Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Hasan Fawsi mengklaim bahwa 80 persen investor di Indonesia adalah kaum milenial.

Hasan Fawsi mengatakan jika dulu investasi didominasi oleh para investor yang berumur di atas 60 tahun, kini didominasi kaum milenial yang berusia 40 tahun.

"Kalau dulu itu investor kita indentik dengan sudah berumur. Sekarang 80 persen investor saat ini adalah kaum milenial yang berkisar 40 tahun ke bawah. 60 persen berusia 35 tahun, dan 20 persen berusia 25 tahun, " katanya saat diwawancara victorynews.id, Rabu, (8/6/2022) usai acara peresmian kantor BEI Perwakilan NTT.

Baca Juga: Dewan Pers Sebut Profesi Wartawan Tolok Ukur Akuntabilitas Jurnalisme di Indonesia

Hasan menuturkan, BEI Perwakilan NTT bakal bekerja sesuai arahan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dimana memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat untuk melakukan investasi jangka pendek maupun jangka panjang.

"BEI NTT akan kerja sesuai harapan dan arahan Gubernur NTT. Kami terus memberikan edukasi dan memberikan pemahaman bahwa bursa menyediakan investasi yang baik jangka menengah dan bermanfaat bagi masyarakat NTT, " ujarnya.

Baca Juga: Polres Nagekeo Gelar Donor Darah, Meriahkan HUT Bhayangkara ke-76

Pendekatan yang dilakukan BEI kepada para investor saat ini, kata Hasan, disesuaikan dengan perubahan demografi yaitu edukasi melalui webinar, sosialisasi, seminar, dan sebagainya.

"Kami menggandeng akademisi untuk memberikan edukasi kepada para mahasiswa/mahasiswi dan masyarakat umum. Kami juga melibatkan influencer, toko publik, dan comedian serta media massa sehingga sosialisasi dapat berjalan lancar dengan baik, " tandasnya.

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekot Kupang Minta Pedagang Tidak 'Main' Harga

Kamis, 4 Agustus 2022 | 20:01 WIB
X