Kinerja Ekonomi NTT Triwulan Pertama 2022 Melambat, Ini Penjelasan Bank Indonesia

- Jumat, 10 Juni 2022 | 13:14 WIB
Pelaku UMKM dalam kegiatan pasar tani di Universitas Nusa Cendana Kupang. (Mikael Umbu/Victorynews)
Pelaku UMKM dalam kegiatan pasar tani di Universitas Nusa Cendana Kupang. (Mikael Umbu/Victorynews)

KUPANG,VICTORYNEWS - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menyebutkan kinerja ekonomi NTT melambat pada triwulan pertama tahun 2022.

Kepala Kantot Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT I Nyoman Ariawan Atamaja mengatakan keterlambatan itu terlihat pada triwulan pertama bulan Juni tahun 2022 sebesar 1,62 persen (yoy) jika dibandingkan pada triwulan sebelumnya yang tumbuh 3,1 persen.

"Keterlambatan itu di luar dari prakiraan Bank Indonesia yang seharusnya mencapai 4,3 persen namun pada triwulan pertama 1,62 persen," ujar I Nyoman Ariawan, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga: NPI Tahun 2021 Meningkat, Ini Penjelasan Bank Indonesia

Keterlambatan itu, kata I Nyoman akibat tiga faktor di antaranya curah hujan cukup tinggi karena badai Anika, kemudian pergeseran panen raya dari triwulan satu ke triwulan kedua dan beberapa sektor unggulan seperti peternakan belum berkontribusi dengan baik.

"Tiga faktor itu penyebabnya. Sedangkan sektor peternakan akibat virus ASF dan juga pengelolaan peternakan sapi yang belum maksimal," jelas I Nyoman Ariawan.

Namun demikian, I Nyoman memperkirakan secara kumulatif kinerja perekonomian Provinsi NTT pada tahun 2022 terus berlanjut mencapai 3.55-4.35 persen (ctc) jika dibandingkan di tahun 2021 sebesar 2,51 persen (ctc).

Baca Juga: Maret 2022, Kondisi Ekonomi NTT Kondusif

"Mudah-mudahan proyeksi ini akurat tetapi tentu usaha kerja bersama dapat mendorong keterlambatan ini. Kami juga percaya pemerintah kabupaten hingga provinsi dapat melakukan peningkatan kinerja ekonomi pada triwulan berikutnya," pungkas Kepala KPw BI Provinsi NTT ini.

Sementara itu, Deputi Perwakilan Bank Indonesia Heri Catur Prabowo menyampaikan ada faktor pendorong proyeksi Bank Indonesia naik menjadi 3,55-4,35 persen.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X