Ini Filosofi Merintis Bisnis Ama Upe, Penjual Salome di Jalan Polisi Militer Kupang

- Kamis, 23 Juni 2022 | 17:22 WIB
Ama Upe, penjual salome di Jalan Polisi Militer, Kota Kupang, NTT sedang melayani pembeli dengan cepat. Ia konsisten dengan waktu, Kamis (23/6/2022).  (victorynews.id/putra bali mula)
Ama Upe, penjual salome di Jalan Polisi Militer, Kota Kupang, NTT sedang melayani pembeli dengan cepat. Ia konsisten dengan waktu, Kamis (23/6/2022). (victorynews.id/putra bali mula)

KUPANG, VICTORY NEWS-Ama Upe dengan sendirinya paham cara mengelola keuangan, merasakan dampak dari konsistensi dan manajemen waktu, hingga melayani pembeli secara efisien.

Ia adalah penjual salome di Jalan Polisi Militer Kota Kupang, belakang Kantor Gubernur NTT, yang berdampingan persis dengan penjual kelapa muda.

Ama Upe telah bersahabat baik dengan para penjual kelapa muda yang telah lebih dahulu berada di sana. Tak ayal bisnis mereka saling menyokong. Ada kelapa segar yang siap disantap sehabis pembeli puas menikmati salome yang pedas.

Aksen biru cerah mewarnai bingkai kayu gerobak jualannya. Gerobak itu rapi dilapisi seng licin yang dijaga selalu bersih mengkilap. Beberapa kain lap memang ia siapkan. Sekitar tempat hidangan salome goreng digunakan kain berbeda dengan kain khusus untuk membersihkan bagian sekitar tempat salome kuah. Ia sangat tidak ingin ada tumpahan sambal atau kuah di atas gerobaknya.

Baca Juga: Hari Ini, Mama Marlinda Nau dari Desa Tafetob Kabupaten TTS Masak Jagung Bose di Kassel Jerman

Ia juga cermat dengan permintaan pembeli. Saat pembeli memesan tangannya dengan segera bergerak, layanannya ringkas, tepat, tanpa memakan waktu lama pesanan sudah di tangan pembeli. Ia menunjukkan bagaimana ia menghargai waktu si pembeli yang mampir ke tempatnya itu.

Tidak kurang dari puluhan orang yang berminat dengan salomenya per hari, maka tentu dapat disimpulkan rasa salomenya patut dipuji apalagi dipadu sambal racikan kacang tanah ala sambal pecel.

Telah 2 tahun ia bergelut merintis usaha sederhananya itu setelah memilih keluar dari salah satu warung di Kota Kupang yang padahal bisa menghasilkan omzet harian hingga Rp6 juta.

Pria 27 tahun mengaku bersyukur dengan untung bersih lebih dari Rp100 ribu per hari bila seluruh dagangannya habis. Ia tetap lebih puas berdagang sendiri seperti itu ketimbang berada di tempat sebelumnya dengan bayaran tidak sesuai dengan tenaga yang dikeluarkannya.

Baca Juga: Masuk Penyidikan, Kejari Ende Belum Kantongi Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Tiga Unit Dermaga Rakyat

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Punya Tabungan Rp 14 Juta Per Tahun, Ini Caranya

Sabtu, 25 Juni 2022 | 21:43 WIB

Bank NTT Tawarkan Program KKB dan Digital Loan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 17:48 WIB

Pengawasan Ketahanan Pangan Utamakan Pencegahan

Kamis, 23 Juni 2022 | 22:51 WIB
X