PT PLN Gandeng Pemprov NTT dan Undana Kupang Gerakan Ekonomi Kerakyatan Lewat Co-Firing

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 10:25 WIB
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat menandatangani MoU dengan PT PLN dan Undana Kupang dalam mengembangkan hutan energi dan peternakan terpadu yang dapat menghasilkan biomassa untuk bahan baku co-firing PLTU. (Humas NTT).
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat menandatangani MoU dengan PT PLN dan Undana Kupang dalam mengembangkan hutan energi dan peternakan terpadu yang dapat menghasilkan biomassa untuk bahan baku co-firing PLTU. (Humas NTT).

LABUAN BAJO,  VICTORYNEWS - PT. PLN (Persero) menggandeng Pemprov NTT dan Undana Kupang untuk pengembangan dua sumber biomassa yang akan digunakan dalam mendukung program  Co-Firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Kesepakatan kerja sama PT PLN, Pemrov NTT dan Undana Kupang berlangsung di Ayana Komodo Resort, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Jumat (24/6/2022).

Penandatanganan kepakatan tertuang dalam nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU) antara PT PLN Unit Induk Wilayah NTT dengan Pemprov NTT dan Undana Kupang dalam sela-sela acara perhelatan forum Energy Transition Working Grup (ETWG) 2.

Baca Juga: Gandeng Polri, PLN Gelar Pelatihan Pemanfaatan FABA Serentak di 46 Lokasi PLTU

Direktur Utama PT PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan kerja sama ini juga untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Nantinya Pemprov NTT dan Undana Kupang akan memasok kebutuhan biomassa untuk PLTU Bolok.

"Ini energi yang berbasis pada energi kerakyatan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang sudah menyediakan tambahan lahan 3.600 hektare tambahan di kawasan Pulau Timor. Lokasi ini satu ekosistem dengan PLTU Bolok," ujar Darmawan.

Ia mengatakan nantinya PT PLN bersama Undana Kupang akan menanam tanaman Kaliandra, Kedondong Hutan dan Lamtoro.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, PLN UIW NTT dan Lantamal VII Kupang Kerjasama Kelola FABA, Limbah PLTU

"Artinya, bagaimana kita melakukan sinergi menambah energi baru terbarukan tetapi di saat yang sama menciptakan lapangan kerja, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan melakukan eradikasi kemiskinan," ujar Darmawan.

Darmawan menjelaskan saat ini penggunaan co-firing sudah dilakukan PLN di 58 PLTU yang ada di seluruh Indonesia.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Café Bitauni Jadi Sentra Penjualan Aneka Produk Lokal

Kamis, 24 November 2022 | 20:59 WIB

3.120 Rumah di NTT Dapat Bantuan Pasang Baru Listrik

Minggu, 20 November 2022 | 20:06 WIB
X