Cegah PMK, Balai Karantina Tolak Sosis Sapi, Daging Ayam dan Bebek Asal Surabaya

- Selasa, 28 Juni 2022 | 11:41 WIB
Sosis sapi, daging sapi, ayam dan bebek asal Surabaya yang berpotensi PM diamankan Balai Karantina. (Dok.Balai Karantina Pertanian)
Sosis sapi, daging sapi, ayam dan bebek asal Surabaya yang berpotensi PM diamankan Balai Karantina. (Dok.Balai Karantina Pertanian)

KUPANG, VICTORY NEWS-Sebanyak 96 kilogram (kg) sosis sapi, daging sapi 13 kg, kikil sapi 20 kg, daging ayam 23 kg dan daging bebek 3 kg tanpa dokumen dari Surabaya ditolak masuk NTT.

Hal ini dilakukan dalam mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang dapat menyerang sapi maupun hewan ternak berkuku belah pada Sabtu lalu (25/6/2022).

Balai Karantina Pertanian Kupang, Selasa (28/6/2022), menerangkan, hal tersebut dilakukan di Wilayah Kerja Waingapu.

Baca Juga: Kelurahan Bersih Narkoba di Kota Kupang Bertambah

Sosis sapi hingga daging bebek ini datang menggunakan KM Prakarsa Pacific. Media pembawa ini berpotensi menyebarkan PMK yang sedang marak merebak belakangan ini.

Pencegahan ini berawal dari koordinasi antar Instansi KSOP Waingapu, POSAL Waingapu, serta KP3 Waingapu, personil yang bertugas langsung menuju pelabuhan dan segera melakukan pemeriksaan.

"Kami berkoordinasi dengan instansi terkait untuk turut serta membantu mencegah penyebaran PMK, agar tidak memasuki Pulau Sumba", ungkap Wayan Rudiyasa selaku Dokter Hewan Karantina Wilayah Kerja Waingapu.

Baca Juga: Anak PAUD Harus Dididik Dengan Baik Agar Menjadi Pribadi Berkualitas

Yulius Umbu selaku Kepala Karantina Pertanian Kupang mengungkapkan wilayah NTT merupakan daerah bebas PMK maka harus terus dipertahankan.

"Jadi diharapkan para pejabat karantina selalu aktif dan bersinergi dengan instansi terkait guna menekan penyebaran PMK," tukasnya.***

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tak Bayar Pajak, Pemkot Kupang Segel Papan Reklame

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:27 WIB

OJK Nilai BPR Crista Jaya Normal dan Stabil

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:46 WIB
X