Masyarakat NTT Jadi Korban Investasi Bodong, Perguruan Tinggi Punya Tanggungjawab

- Sabtu, 2 Juli 2022 | 18:23 WIB
Ilustrasi investasi. Jika masyarakat NTT masih menjadi korban investasi bodong, perguruan tinggi punya tanggungjawab. (Pixabay)
Ilustrasi investasi. Jika masyarakat NTT masih menjadi korban investasi bodong, perguruan tinggi punya tanggungjawab. (Pixabay)

KUPANG, VICTORYNEWS -- Perguruan tinggi punya tanggungjawab dan andil jika masyarakat masih menjadi korban skema ponzi dan investasi bodong.

Dosen Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Nusa Cendana Ricky Ekaputra Foeh, menyebut ini menanggapi adanya ribuan korban dari aplikasi AGT dengan modus menghasilkan uang dengan cepat.

Perguruan tinggi tidak pernah mensosialisasikan tentang investasi bodong, kata dia, apalagi yang marak berkaitan dengan skema ponzi.

Baca Juga: Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di NTT Bantu Turunkan Stunting

Selain itu, pemerintah melalui lembaga terkait pengawasan terhadap investasi ilegal ini belum gencar melakukan sosialisasi 

"Sebenarnya perlu digalakkan lebih banyak seminar, talk show, sosialisasi tentang investasi yang baik dan layak diikuti oleh masyarakat. Ini perlu diadakan," jelasnya, Sabtu (2/7/2022).

Masyarakat perlu ditolong dengan pengetahuan untuk memilah investasi yang baik agar tidak lagi dibodohi dengan investasi bodong.

Menurutnya, bila pengetahuan akan ini tidak diperkuat maka skema ponzi ini ke depannya terus ada dan berubah-ubah bentuknya bahkan bisa lebih canggih.

Baca Juga: Ada Dugaan Pungli Pengurusan Sertifikat Tanah di Desa Poto Kabupaten Kupang

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sudah Cair! Begini Cara Pengecekan BSU Tahap Dua

Sabtu, 24 September 2022 | 20:23 WIB

Bos Jabal Group Jadi Petani, Ini Alasannya!

Jumat, 23 September 2022 | 17:27 WIB

Pertalite akan Dihapus? Ini Jawaban Pertamina

Selasa, 20 September 2022 | 20:25 WIB

Merger Pelindo Tekan Cost Logistic

Selasa, 20 September 2022 | 09:28 WIB
X