Pantau Komoditi Penyebab Inflasi, BI NTT Berikan 3 Pesan Ini

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 16:21 WIB
Kepala Perwakilan BI NTT I Nyoman Ariawan Atmaja saat menyampaikan tiga pesan bagi masyarakat terkait komoditi yang menyebabkan inflasi saat sidang harga pasar (victorynews.id/Nahor Fatbanu)
Kepala Perwakilan BI NTT I Nyoman Ariawan Atmaja saat menyampaikan tiga pesan bagi masyarakat terkait komoditi yang menyebabkan inflasi saat sidang harga pasar (victorynews.id/Nahor Fatbanu)

"Pada high level meeting sudah kita sampaikan kepada Pak Wawali bahwa stok di pasar ini karena suplai," ungkap Nyoman lagi.

Pemerintah Kota Kupang, kata Nyoman, diharapkan mencari suplai terutama di daerah-daerah penyangga stok seperti Kabupaten Kupang kemudian Rote dan daerah lainnya.

"Harapannya bagaimana kita menambah suplai," ucapnya.

Baca Juga: Goyang Bento Ala Pedagang Asongan Hibur Penonton di Stadion Marilonga Ende

Ia mengingatkan agar suplai pun disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sehingga nantinya komoditi-komoditi inflasi ini turun harganya.

Pemerintah juga perlu berupaya untuk menjaga harga tidak naik lagi misalnya cabai rawit yang menunjukkan tren penurunan.

Ia menyebut sebelum lebaran harga cabai berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribuan per kilogram. Untuk itu maka diperlukan upaya pengendalian seperti disarankannya agar harga dapat turun.

"Sekarang bagaimana kita mengatur lagi pasar agar harganya turun seperti sebelum lebaran," ucapnya.

Baca Juga: Ombudsman Sebut Standar Pelayanan Pusat Banyak Tidak Sesuai Dengan Kondisi di NTT

Ia mengingatkan masyarakat juga agar tidak panik dengan kenaikan harga saat ini karena dapat mempertinggi harga bila melakukan belanja berlebihan dalam waktu bersamaan dan mengurangi stok yang ada.***

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X