Ada Dua Strategi Bank Indonesia Hadapi Inflasi, Masyarakat Diminta Tidak Panik

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 17:51 WIB
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT I Nyoman Ariawan Atmaja bersama Sekda Kota Kupang saat sidang di Pasar Kasih Naikoten 1 Kupang mengatakan BI memiliki dua strategi hadapi inflasi (victorynews.id/Nahor Fatbanu)
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT I Nyoman Ariawan Atmaja bersama Sekda Kota Kupang saat sidang di Pasar Kasih Naikoten 1 Kupang mengatakan BI memiliki dua strategi hadapi inflasi (victorynews.id/Nahor Fatbanu)

Secara umum Bank Indonesia sendiri tidak akan menurunkan suku bunga acuan 3,5 persen jadi tidak naik atau turun nantinya.

"Stok harga di sini inflasi bukan karena demand tetapi suplainya yang terjadi shock sehingga kebijakan Bank Indonesia bukan dari moneter tapi dari sektor riilnya," ungkapnya lagi.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak panik karena pemerintah daerah berupaya menjaga kestabilan harga dan suplai yang ada.

Khusus minyak goreng curah ada pada harga Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu per liter dan stoknya ada di pasaran termasuk juga minyak goreng kemasan.

Baca Juga: Pantau Komoditi Penyebab Inflasi, BI NTT Berikan 3 Pesan Ini

"Itu pun ada dan cukup. Itu dijamin pemerintah," ungkap Nyoman lagi.

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik NTT hasil penghitungan IHK, pada bulan Juli 2022, Kota Kupang mengalami Inflasi sebesar 1,07 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 109,56 pada bulan Juni 2022 menjadi 110,73 pada Juli 2022.

Kenaikan indeks terbesar terjadi pada kelompok transportasi sebesar 3,54 persen diikuti oleh kenaikan indeks harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,40 persen.

Searah dengan tahun sebelumnya Juli 2021 dimana Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,14 persen, pada Juli 2022 ini Kota Kupang mengalami Inflasi yakni sebesar 1,07 persen.

Baca Juga: Bupati Kupang: 2.250 Bidang Tanah Milik Negara akan Diredistribusi

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X