Produksi Selain Jagung dan Sapi Juga Perlu, Imbangi Intensitas Tol Laut

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 22:04 WIB
Kapal Tol Laut sedang mengangkut sapi di Pelabuhan Tenau Kupang NTT. BI mengatakan peningkatan intensitas tol laut harus dibarengi dengan peningkatan produksi jagung dan sapi. (victorynews.id/Nahor Fatbanu)
Kapal Tol Laut sedang mengangkut sapi di Pelabuhan Tenau Kupang NTT. BI mengatakan peningkatan intensitas tol laut harus dibarengi dengan peningkatan produksi jagung dan sapi. (victorynews.id/Nahor Fatbanu)

KUPANG, VICTORYNEWS - Pengamat ekonomi regional NTT James Adam mengingatkan soal peningkatan intensitas tol laut yang perlu dibarengi dengan produksi komoditi selain jagung.

"Jika tol laut ditingkatkan intensitasnya maka jangan hanya jagung dan sapi karena jagung tetapi komoditi lain juga harus dibawa keluar NTT. Jagung sifatnya musiman tetapi bisa kontinyu secara berkala," sebut James, Minggu (7/8/2022).

Begitu pula dengan pengiriman sapi perlu dengan perhitungan khusus sehingga ketersediaannya di NTT juga cukup.

Baca Juga: Diliput Ratusan Media, Istri Ferdy Sambo Tampil Perdana di Depan Publik, Miris Tak dapat Izin Jenguk Suami

"Sapi yang memang perlu waktu khusus sebab perlu waktu yang cukup lama sebelum layak untuk diantarpulaukan," jelasnya.

Sementara komoditi lain yang banyak walaupun musiman adalah asam, cengkeh, kemiri, vanila, kopra, biji gawang, garam dan lainnya mestinya bisa diatur distribusinya sehingga dapat memanfaatkan tol laut yang masuk NTT.

Beberapa berita yang ada, sebutnya, memang produksi jagung banyak setelah ada program TJPS dan sudah ekspor ratusan ribu ton.

Baca Juga: Ajudan dan Supir Istri Irjen Ferdy Sambo Ditangkap Bareskrim Polri, Langsung Ditahan

"Karena itu mesti dijaga kontinuitas produksinya," tambah dia.

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hadirkan Depo Kontainer Di Kupang, Ini Fasilitasnya!

Selasa, 27 September 2022 | 19:29 WIB

PLN Sediakan Jalur Kabel Khusus Untuk Kompor Listrik

Senin, 26 September 2022 | 16:06 WIB
X