WASPADA! Inflasi NTT Melonjak

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:12 WIB
Suasana HLM TPID di Bank NTT.  (victorynews.id/Putra Bali Mula)
Suasana HLM TPID di Bank NTT. (victorynews.id/Putra Bali Mula)

KUPANG, VICTORYNEWS - Kepala Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja menyebut inflasi NTT secara tahunan naik 5,3 persen dan secara bulan naik 1,05 persen.

Inflasi ini sangat tinggi dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat yang akan tergerus, sebabnya daya beli masyarakat akan menurun saat harga atau inflasi provinsi naik terutama bagi 90 persen masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap.

Hal ini dapat berpengaruh terhadap kondisi politik, daya beli pekerja informal yang nantinya menurun hingga bertambahnya pada kemiskinan.

"Kejatuhan pemerintahan biasanya karena adanya inflasi yang tinggi dan bisa terjadi chaos politics," ujar Nyoman.

Baca Juga: Seorang Lansia di Sulawesi Selatan Sudah Puluhan Tahun Bergelut Menjahit Bendera Merah Putih

Untuk itu, maka Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengumpulkan bupati dan seluruh stakeholders, Jumat (12/8/2022).

Viktor menggelar High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk mendiskusikan mengenai pengendalian inflasi NTT.

Turut hadir Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, Kepala Biro Ekonomi Lerry Ludipar, para bupati, perwakilan BUMN, BUMD yang berkumpul di lantai 5 Kantor Pusat Bank NTT, Jumat (12/8/2022).

Inflasi ini disebabkan karena produksi yang lemah atau karena adanya shock pada supplai dan Bank Indonesia mendorong adanya suplai atau stok pasar untuk menghindari hal-hal tak diinginkan terjadi.

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hadirkan Depo Kontainer Di Kupang, Ini Fasilitasnya!

Selasa, 27 September 2022 | 19:29 WIB

PLN Sediakan Jalur Kabel Khusus Untuk Kompor Listrik

Senin, 26 September 2022 | 16:06 WIB

Sudah Cair! Begini Cara Pengecekan BSU Tahap Dua

Sabtu, 24 September 2022 | 20:23 WIB
X