Rayakan HUT Kemerdekaan ke-77 RI, Bank Indonesia Sukseskan 5 Agenda Nasional

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 18:44 WIB
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, berpose bersama perbankan NTT menggunakan pakaian tenun NTT dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 77, Rabu (17/8/2022).  (victorynews.id/Putra Bali Mula)
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, berpose bersama perbankan NTT menggunakan pakaian tenun NTT dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 77, Rabu (17/8/2022). (victorynews.id/Putra Bali Mula)

KUPANG, VICTORYNEWS - Bank Indonesia mendukung 5 agenda nasional yang mengarahkan kebijakan moneter untuk stabilitas sementara kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, serta UMKM dan ekonomi-keuangan syariah untuk mendorong pertumbuhan.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja yang membacakan amanat Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Rabu (17/8/2022).

Nyoman meneruskan hal ini saat memimpin upacara HUT Kemerdekaan RI ke-77 di Kantor Perwakilan Wilayah BI NTT saat itu.

Baca Juga: Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 77, Penjabat Bupati Lembata Ajak Warga Tinggalkan Perilaku Emosional

5 agenda ini antara lain menyukseskan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (Gernas PIP) karena tingginya inflasi 4,89% pada Juli 2022 terutama karena inflasi pangan.

perkuat sinergi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dan KSSK untuk mempercepat pemulihan ekonomi; menggencarkan program-program digitalisasi sistem pembayaran untuk akselerasi ekonomi keuangan digital nasional.

Meendukung program transformasi Bank Indonesia sebagai bank sentral digital terdepan; menyukseskan Keketuaan Indonesia pada G20 Tahun 2022 ini, dengan tema yang sejalan dengan tema Kemerdekaan RI ke 77, yaitu “Recover Together, Recover Stronger”.

Baca Juga: Pelatih Kepala PSN Ngada, Kletus Gabhe : Perse Ende dan PSN Ngada Adalah Saudara

"Kita juga bersyukur Indonesia mampu mengatasi Covid-19 dengan capaian yang membanggakan dan diakui dunia, termasuk World Health Organization (WHO)," ucapnya.

Ekonomi Indonesia tumbuh tinggi, kata Nyoman, namun nilai tukar rupiah dapat kita jaga stabil. Selain itu inflasi sedikit meningkat terutama karena inflasi pangan yang melonjak tinggi. Begitu pula kredit perbankan tumbuh tinggi, termasuk kredit UMKM.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hadirkan Depo Kontainer Di Kupang, Ini Fasilitasnya!

Selasa, 27 September 2022 | 19:29 WIB

PLN Sediakan Jalur Kabel Khusus Untuk Kompor Listrik

Senin, 26 September 2022 | 16:06 WIB

Sudah Cair! Begini Cara Pengecekan BSU Tahap Dua

Sabtu, 24 September 2022 | 20:23 WIB
X