Tinjau Lahan Garam Nunkurus, Menteri KKP Dorong 'End Product' Garam Dilakukan di NTT

- Kamis, 17 November 2022 | 22:21 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan penjelasan kepada Menteri kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau Lahan Tambak Garam Nunkurus, Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (17/11/2022)  (Dok. Humas Pemprov NTT)
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan penjelasan kepada Menteri kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau Lahan Tambak Garam Nunkurus, Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (17/11/2022) (Dok. Humas Pemprov NTT)

OELAMASI, VICTORYNEWS - Menteri KKP (Kelautan dan Perikanan) Sakti Wahyu Trenggono didampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meninjau lahan tambak garam di Nunkurus, Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (17/11/2022).

Peninjauan Lahan Tambak Garam Nunkurus itu dirangkai dengan Pertemuan Menteri KKP bersama Gubernur dengan masyarakat Desa Oeteta terkait Tinjauan Usaha Pengembangan Garam.

Luas Lahan Tambak Garam Nunkurus yang ditinjau Menteri KKP seluas 1.900 hektare dan dapat menghasilkan panen garam sebanyak 300.000 ton.

Baca Juga: KKP Panen 2 Ton Ikan Kerapu di Semau, Hasil Kolaborasi Pemprov NTT, KKP, dan Kelompok Nelayan

“Kita ke sini untuk menindaklanjuti amanat Kemandirian Pergaraman Nasional, karena saat ini kita masih impor. Pemerintah Pusat melalui KKP berkoordinasi dengan Gubernur NTT, lahannya akan terus kita bangun, dan harapan saya akhir tahun 2023 NTT sudah memiliki kemampuan untuk berkontribusi besar untuk kebutuhan secara nasional,” ucap Menteri KKP Trenggono seperti dalam keterangan yang diterima victorynews.id, Kamis (17/11/2022).

Saat ini, Lahan Tambak garam Nunkurus dioperasikan dengan metode geomembrane dan tradisional.

Untuk itu, Menteri KKP mendorong masyarakat untuk memproduksi garam dengan model yang lebih maju agar produktivitas garam NTT dapat maksimal.

Baca Juga: Ketahuilah, Berikut Lima Manfaat Berpikir Positif agar Kesehatan Fisik dan Mental Tetap Terjaga

Menteri Trenggono mengatakan, KKP akan mendukung permodalan bagi petambak garam NTT melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP).

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X