Pemanfaatan Biomassa untuk Co-firing, PLN Dukung Program Pemerintah Menuju Zero Emisi

- Rabu, 23 November 2022 | 14:27 WIB
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Provinsi NTT Fintje Lumembang menjelaskan, pemanfaatan Biomassa untuk co-firing PLN sangat mendukung program pemerintah menuju zero emisi pada tahun 2060 mendatang.  (Dok. Humas Pemprov NTT)
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Provinsi NTT Fintje Lumembang menjelaskan, pemanfaatan Biomassa untuk co-firing PLN sangat mendukung program pemerintah menuju zero emisi pada tahun 2060 mendatang. (Dok. Humas Pemprov NTT)

KUPANG, VICTORYNEWS - Universitas Nusa Cendana atau Undana Kupang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT dan PLN dalam pemanfaatan Biomassa untuk co-firing PLN.

Kerja sama pemanfaatan Biomassa itu telah diwujudkan melalui peluncuran Program Transmormasi Hijau Untuk Penurunan Emisi  di Desa Oetuke, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Selasa (22/11/2022) siang.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Provinsi NTT Fintje Lumembang menjelaskan, pemanfaatan Biomassa untuk co-firing PLN sangat mendukung program pemerintah menuju zero emisi pada tahun 2060 mendatang.

Baca Juga: Gubernur NTT: Listrik sebagai Infrastruktur untuk Mendorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Tahun ini, kata Fintje, PLN sudah mempunyai 33 Pembangkit Listrik yang memakai teknologi Co-firing, 2 di antaranya ada di NTT. Ada 1 di PLTU Bolok dan 1 di PLTU Ropa - Flores.

"Pemanfaatan hutan energi ini sangat menjanjikan sesuai dengan transformasi energi green untuk menghasilkan biomassa menggantikan batubara," ungkap Fintje.

Ketua Program Pengembangan Hutan Energi Prof Fredrik Benu mengatakan, dari 2 unit mesin itu akan menghasilkan daya sebesar 16,5  megawatt dengan kebutuhan 523 Ton per unit.

Baca Juga: Dapat Bantuan Kaki Palsu Dari Kepala RSPAD, Purnawiran TNI Benyamin Mite Terharu

Lanjut Prof Benu, 2 unit mesin ini butuh biomasa kering untuk substitusi batubara dalam proses co-firing.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X