PLN Beri Bibit hingga Mesin Cacah untuk Hutan Energi di Pulau Timor

- Rabu, 23 November 2022 | 20:57 WIB
General Manager PLN UIW NTT, Fintje Lumembang mencoba mesin pencacah di hutan energi, Desa Oetuke, TTS.  (Dpk.Humas)
General Manager PLN UIW NTT, Fintje Lumembang mencoba mesin pencacah di hutan energi, Desa Oetuke, TTS. (Dpk.Humas)

KUPANG, VICTORYNEWS-PLN UIW NTT melalui bantuan program Tanggung jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) juga memberikan bantuan bibit tanaman produksi biomassa co-firing dan peralatan pengolah lahan energi, bantuan mesin pencacah dan konservasi satwa di kawasan ekowisata hutan energi di Desa Oetuke TTS.

Penyerahan TJSL di Desa Oetuke ini berupa 40.000 anakan lamtoro, ternak sapi sebanyak 25 ekor, 1 buah mesin cacah kapasitas produksi 3-4 ton per jam, yang disaksikan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat termasuk Direktur PT Timor Bio Energy sebagai pionir industri woodchip di Oetuke.

Desa Oetuke, Kecamatan Kolbano, Kabupaten TTS sendiri menjadi desa model untuk pengembangan hutan energi dan peternakan terpadu untuk kebutuhan biomasa cofiring PLTU Bolok di Pulau Timor, Selasa (22/11/2022).

Baca Juga: Tekan Laju Kematian Ibu dan Anak, Bupati Alor Bentuk Tim AMP-SR

Desa Oetuke dipilih menjadi pilot project desa cofiring dan sebagai pusat pegembangan hutan energi sebagai bahan baku cofiring karena memiliki topografi yang strategis. Daerah berbukit seluas 150 hektar dipenuhi dengan tanaman liar khususnya lamtoro dan gamal.

General Manager PLN UIW NTT Fintje Lumembang, Rabu (23/11/2022) mengatakan kegiatan tersebut menjadi bukti Pulau Timor menjadi Biomass Island.

“Untuk pembangunan tempat pengolahan woodchip, PLN telah menyediakan lsitrik sebesar 197 kVA. Ini berarti PLN siap mendukung pertumbuhan industri bukan hanya di kota tapi juga di desa. Kami berharap industri lainnya dapat bertumbuh di Oetuke dan desa-desa lainnya di NTT,” imbuhnya.

Baca Juga: Carlo Ancelotti Terus Pantau Performa Mantan Pemainnya di Piala Dunia 2022 Qatar

Lamtoro sendi mempunyai nilai kalori kurang lebih 3.900 kkal/kg yang cukup untuk dijadikan bahan baku cofiring yang efisien.

Salah satu mata pencaharian penduduk yaitu beternak dimana ternak diberikan makanan memanfaatkan daun dan ranting pohon lamtoro yang ada.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X