Ketua TKBM Pelabuhan Tenau Kupang Ungkap Ide Menteri Perhubungan RI Bertentangan Dengan PP 77 2021

- Senin, 5 Desember 2022 | 09:41 WIB
Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Tenau Kupang, Victoria Wewo (ketiga dari kanan) saat memberikan keterangan pers di Aula TKBM Pelabuhan Tenau Kupang sebelum berangkat ke Jakarta untuk bergabung bersama dengan anggota TKBM lain di seluruh Indonesia pada Senin (5/12/2022).  (victorynews.id/Stef Kosat)
Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Tenau Kupang, Victoria Wewo (ketiga dari kanan) saat memberikan keterangan pers di Aula TKBM Pelabuhan Tenau Kupang sebelum berangkat ke Jakarta untuk bergabung bersama dengan anggota TKBM lain di seluruh Indonesia pada Senin (5/12/2022). (victorynews.id/Stef Kosat)

KUPANG, VICTORYNEWS - Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Tenau Kupang, Victoria Wewo secara tegas menolak ide atau Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan RI terkait jenis, struktur, golongan dan mekanisme penetapan tarif pelayanan jasa bongkar muat barang dari dan ke pelabuhan.

Alasan, Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Tenau Kupang melakukan aksi penolakan terhadap ide Menteri Perhubungan itu, karena sudah jelas-jelas bertentangam dengan PP Nomor 7 tahun 2021 tentang perlindungan dan pemberdayaan Koperasi dan usaha kecil menengah. 

"Jadi jelas PP Nomor 7 tahun 2021 melindungi Koperasi, tetapi mengapa dalam RPM Menteri Perhubungan RI justru mengeluarkan Koperasi TKBM Pelabuhan Tenau Kupang maupun koperasi primer lain di Indonesia dalam proses bisnis yang ada di pelabuhan," ujar Victoria.

Baca Juga: Tolak Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan RI Berikut 6 Pernyataan Sikap Koperasi TKBM Tenau Kupang

Dia mengatakan, untuk aksi damai hari Senin, masih dalam bentuk pernyataan sikap dan skalanya kecil. Kalau Menteri Perhubungan RI tidak mengindahkan penolakan para buruh.

"Demo besar-besaran akan dilakukan di seluruh Indonesia khususnya buruh pelabuhan. Kalau Mentrri Perhubungan RI masih mau menghilangkan peran Koperasi pelabuhan dan koperasi primer lain, maka semua buruh pelabuhan di Indonesia akan melakukan mogok nasional masal di pelabuhan", tegas Victoria.

Ia mengatakan, untuk menghindarinya, ia meminta Menteri Perhubungan RI harus melihat dan mendengar harapan para buruh supaya tidak boleh ada penghilangan Koperasi pelabuhan.

Baca Juga: Intip Gaya Kaesang dan Erina Pakai Tenun NTT Saat Foto Prewedding

"Sebab koperasi TKBM pelabuhan tidak pernah minta untuk dilahirkan. Tetapi lahirnya Koperasi TKBM Pelabuhan akibat keputusan tiga kementerian yakni Menteri Perhubungan, Menteri Koperasi dan Menteri tenaga kerja melalui SKB 2 Dirjen dan 1 Deputi. Kami Koperasi TKBM," katanya. 

Apalagi koperasi TKBM telah ada dan sudah 33 tahun dan telah melahirkan generasi di Indonesia kurang lebih 86.000 buruh/pekerja dan Kota Kupang sendiri ada 400 orang.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank BRI Minta Nasabah Hati-hati Modus Soceng

Rabu, 25 Januari 2023 | 11:57 WIB
X