Ekosistem Digital Picu Pertumbuhan Ekonomi

berbagi di:
foto-hal-09-foto-bersama-gubernur-ntt-viktor-bungtilu-laiskodat

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (keempat dari kiri) pose bersama pihak Fintag dan undangan lainnya usai kegiatan Sosialisasi Fintech dan Perkenalan Apliaksi Fintag di Indonedia Timur, di TPI Oeba, Kota Kupang, kemarin. Foto; Nahor Fatbnau/VN

 

 
Rafael L. Pura

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan pembentukan ekosistem digital akan memicu pertumbuhan perekonomian dan NTT harus terus berbenah di era digital 4.0.

Hal ini disampaikan VBL saat menghadiri acara Sosialisasi Fintech dan Perkenalan Apliaksi Fintag di Indonedia Timur, di Tempat Penjualan Ikan (TPI) Oeba, Kota Kupang, Rabu (13/10).

Aplikasi Fintag baru diperkenalkan di NTT. Aplikasi tersebut merupakan platform digital berbasis peer to peer lending untuk melayani peminjaman modal secara online.

VBL menyebut kehadiran aplikasi ini sebagai jalan keselamatan bagi pertumbuhan ekonomi NTT di tengah era digital 4.0. Aplikasi ini, diyakini bisa memicu pertumbuhan ekonomi menuju masyarakat sejahtera.

“Hari ini (kemarin), kita menemukan jalan keselamatan baru. Kehadiran aplikasi ini bisa menumbuhkan ekonomi NTT, yang nantinya akan mengangkat martabat kita sebagai orang NTT ke tempat yang semestinya,” kata VBL.

VBL mengatakan, di tengah kemajuan teknologi mau tidak mau kita harus terus berbenah. NTT harus mengikuti perkembangan teknologi, jika tidak, maka akan tergilas didalammnya.

Untuk itu, lanjut VBL, harus ada pembenahan dari berbagai sektor, termasuk menggunakan teknologi dari segala profesi.

“Jadi ke depan, segala pengelolaannya harus lebih modern, kita harus menciptakan ekosistem digital untuk pertumbuhan ekonomi ke depan,” sebutnya.

Menurutnya, aplikasi ini harus berkembang lebih luas ke segala sektor, tidak hanya perikanan, agar bisa membantu masyarakat dalam mengelola usahanya.

Kepala BI Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan sebelumnya mengatakan, perekonomian NTT tidak terlepas dari ekonomi nasional dan global. Saat ini, ekonomi global sedang mengalami penurunan akibat perang dagang antara Amerika dan China. Perang dagang ini berdampak ekonomi yang luar biasa bagi Indonesia termasuk NTT.

Kendati demikian, kata Nyoman, masih ada peluang yang harus dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, yaitu ekonomi digital. Ekonomi digital, mengalami perkembangan yang yang luar biasa, transaksi terus tumbuh di bidang digital.

“Aplikasi ini bisa menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, meski NTT masih kecil dibandingkan Pulau Jawa, namun harus didorong agar bertumbuh ke depan,” ujarnya.