Ekspansi Bisnis Kopdit Pintu Air Tuai Apresiasi, 28 Oktober Launching Minyak Kelapa Serbaguna

berbagi di:
foto-hal-01-cover-071020-pintu-air-01

Ketua Pengurus Pusat Yakobus Jano (tengah) didampingi Sekretaris Magdalena Peni Lamak (kanan) dan Ketua Komite Cabang Kupang Aloysius Kamil memperlihatkan rekomendasi Gubernur NTT untuk pembangunan dua unit SPBU di Nita dan Boru kepada wartawan, Selasa (6/10) di Neo Hotel, Kupang.

 
EKSPANSI di bidang bisnis yang dilakukan Koperasi Kredit (Kopdit) Pintu Air Maumere, Kabupaten Sikka, cukup mencengangkan. Koperasi yang punya anggota 272.674 orang dan tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa negara tetangga tersebut, melebarkan sayap dengan ekspansi di bidang bisnis. (lihat grafis)

“Bagus!. Ini luar biasa, (sebuah) Kopdit bisa mengembangkan usaha pabrik minyak goreng dari kelapa dan ingin membangun SPBU. Saya memberikan apresiasi yang tinggi dan saya dukung,” ungkap Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT Marius Jelamu, kemarin, menirukan pernyataan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) ketika menerima jajaran Pengurus Kopdit Pintu Air Maumere di ruang kerja Gubernur, Senin (5/10).

Kehadiran jajaran Pengurus Kopdit Pintu Air Maumere, menurut Marius, untuk mengundang Gubernur VBL dalam peresmian dan peluncuran produk minyak kelapa (cocconut oil) ke pasar nasional sekaligus meminta dukungan pendirian dua unit SPBU di Nita dan Boru.

Terpisah, Ketua Pengurus Pusat Kopdit Pintu Air Yakobus Jano kepada pers di Neo Hotel Kupang, Selasa (6/10) menjelaskan, dalam pertemuan dengan Gubernur VBL, Kopdit Pintu Air diminta untuk mengembangkan bisnis resort dan villa di Sikka. “Kami sudah punya rencana ke sana. Lokasinya sudah ada dan dalam waktu dekat kami akan ajak Bapak Gubernur melihat lokasi itu,” ujar Jano.
Jano mengatakan, untuk pabrik minyak kelapa, untuk sementara baru menyerap 22 orang tenaga kerja dengan tingkat produksi 20 ton dalam kemasan 1 liter plastik dan 5 liter jeriken. Bahan dasar kelapa dibeli dari petani dengan harga yang menguntungkan.

Pihaknya juga siap membeli minyak kelapa setengah jadi dari petani untuk diolah menjadi minyak kelapa yang higienis dengan harga jual Rp35 ribu per-liter.

 
Dua SPBU

 

Pada bagian lain, Jano juga menjelaskan bahwa pembangunan SPBU di Nita (Trans Maumere-Ende) dan di Boru (batas Kabupaten Sikka dan Flores Timur), merupakan satu unit usaha yang sangat produktif. “Kita siapkan anggoran Rp10 miliar untuk SPBU di luar pembangunan fisik. Kalau satu anggota sumbang Rp100 ribu saja, maka usaha ini saya yakin akan maju dan anggota merasakan manfaatnya,” bebernya.

Pihaknya membentuk Tim Percepatan Pembangunan SPBU yang melibatkan dua pelaku usaha sekaligus anggota aktif yakni Suibertus Amandus dan Kadju Tobias yang adalah seorang purna tugas dari Pertamina untuk sama-sama mengurus proses kelengkapan persyaratan dan perizinan sehingga dalam waktu dekat pengerjaan fisik sudah bisa berjalan.

Sekretaris II Kopdit Pintu Air Agustinus Nong mengatakan, Gubernur sangat mengapresiasi dan langsung merespons rencana pembangunan dua unit SPBU dan Garam yang dilakukan Pintu Air.
“Tadi kami sudah mendapatkan rekomendasi dari Bapak Gubernur melalui Biro Ekonomi untuk rencana pendirian SPBU. Rekomendasi ini sangat penting dan akan kami gunakan untuk mengusahakan izin-izin lain agar segera membangun,” ungkap Nong. (paa/D-1/yan/ol)

 
Cabang Bisnis Kopdit Pintu Air Maumere
——————————————————–
No/ Jenis/ Lokasi Beroperasi
———————————————————
1. Swalayan/ Maumere/ 17 Juni 2016
2. Pabrik Minyak Kelapa/ Nita/ 28 Oktober 2020
3. Garam PINTAR/ Nangahale/ Tahun 2021
4. 2 Unit SPBU/ Nita + Boru/ Tahun 2021
5. Restoran dan Villa/ Nita/ Tahun 2021
———————————————————-
Sumber: Kopdit Pintu Air