Embung Bimoku Tak Berfungsi

berbagi di:
img_20190625_120501

Kondisi Embung Bimoku terkini yang penuh sampah. Foto: Putra Bali Mula/VN

Putra Bali Mula

Warga Bimoku Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur sesalkan keberadaan Embung Bimoku yang tidak berfungsi dengan baik selama ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar akan air.

Beberapa warga yang memberikan keterangan kepada VN Sabtu lalu (27/7), menyebut Embung Bimoku tersebut telah berdiri sejak lama bahkan sebelum mereka tinggal di wilayah itu. Namun, banyak warga mengaku tidak merasakan manfaat dari keberadaan embung tersebut.

Embung Bimoku diketahui merupakan proyek kerjasama antara Jepang dan Indonesia yang dibangun pada 1 Maret 1997 silam untuk memenuhi kebutuhan air warga Bimoku Kelurahan Lasiana terutama untuk daerah persawahan.

“Rata-rata warga di sini hanya buat bak air tapi nanti baru pesan air dari mobil tangki. Memang kalau mau dibilang itu embung sonde pernah berfungsi,” ujar salah satu warga yang mengaku bernama Dedi.

Sementara kondisi embung dimaksud secara fisik tampak masih kokoh dan hanya beberapa bagian bangunannya yang terkelupas seperti pada satu dua tiang pagar pembatas yang terbuat dari beton. Sedangkan secara keseluruhan bangunan yang berfungsi sebagai penadah air hujan tersebut tampak kuat karena tidak tampak retak atau pecah pada sebagian besar bangunan.

Embung Bimoku saat ini lebih terlihat sebagai tempat sampah. Pada dasar bangunan terdapat berbagai macam jenis limbah rumah tangga maupun sampah lainnya.

Aldi Lani, salah satu warga Bimoku membenarkan embung tersebut tidak berfungsi selama ini dan warga lebih mengandalkan air tangki pesanan karena rata-rata warga Bimoku memiliki bak air.

“Kebanyakan warga pesan air saja. Sudah dari dulu,” ungkapnya. (bev/ol)