Empat Hari Menghilang, Ferdinan Ditemukan Tewas Dalam Lubang Alam

berbagi di:
Tim Basarnas bersama polis dan warga sekitar sedang melakukan evakuasi jasad korba, Kamis (3/8).
Mutiara Malahere
Setelah hilang selama empat hari tanpa kabar, Paulus Ferdinan Ga (47), warga Kelurahan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ditemukan tewas di dalam sebuah lubang alam di Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kamis (3/8) petang.
Saat ditemui VN di RSB Titus Uly, Jumat (4/8), perwakilan keluarga korban, Simon Ratu mengatakan keluarga sangat kaget mendengar kematian korban. Pasalnya sebelum pergi, sekitar Selasa (1/8) lalu, korban sempat pamit untuk pergi menggali kubur di wilayah Naioni.
“Korban biasanya bekerja sebagai tukang gali kuburan, dan dia pergi bekerja apabila ada yang pesan untuk pemakaman, dan perginya lebih dari sehari sampai dua atau tiga hari, namun tetap memberi kabar kepada istrinya,” jelas Simon.
Simon mengaku, pihak keluarga sempat mencari korban baik ke tetangga, kerabat, maupun teman korban karena beberapa hari pergi tanpa kabar tidak seperti biasanya.
“Kami awalnya tidak percaya dengan kabar ini, namun setelah identitas korban telah diketahui, maka kami pun yakin apabila korban telah meninggal dunia dan keluarga pun telah iklas dengan kepergian korban,” jelas Simon.
Otopsi terhadap jenazah korban pun telah dilakukan selama lima jam. USai otopsi, pihak keluarga korban langsung membawa jenazahnya ke rumah duka.
Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon CN yang dikonfirmasi VN membenarkan adanya kejadian tersebut.
Anthon mengatakan saat ditemukan, jenazah tersebut tidak dikenali oleh warga setempat, sehingga Tim Basarnas Kupang bersama Aparat Kepolisian Sekta Alak langsung membawa jenazah korban ke RSB Titus Uly untuk penanganan identifikasi terhadap jenazah korban.
Anthon menjelaskan Kamis, (3/8) sekitar pukul 16.30 wita,  korban ditemukan pertama kali oleh seorang warga bernama Jeny Nalle (48) hendak mengambil air di dalam lubang alam tepat bawah pohon beringin yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya untuk mandi.
“Saat itu Nalle merasa aneh karena ember tersebut terhalang sesuatu di dalam lubang alam tersebut, kemudian meminta tolong warga lainnya Diky Bere untuk mengecek di dalam lubang tersebut,” jelas Anthon.
Ketika saksi Bere menggunakan senter untuk melihat di dalam lubang, ternyata ada sosok mayat dalam posisi tengkurap dan sudah membengkak.
“Kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada Polsek Alak dan pihak Basarnas untuk mengevakuasi jenazah korban,” tambah Anthon.
Proses evakuasi terhadap jenazah korban berlangsung selama dua jam, kemudian jenazah korban dibawa ke RSB menggunakan ambulans dikawal Patroli Polsek Alak.