Empat Nelayan Di Pantura Hilang Saat Melaut

berbagi di:
img-20200705-wa0024

 

 

 

Gusty Amsikan

Empat orang nelayan asal Kolam Tua, Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dikabarkan hilang sejak Sabtu (4/7).

Ke-empat nelayan tersebut berangkat melaut dari perairan Oepuah dan belum pulang ke rumah hingga kini, Minggu (5/7). Mereka diduga terbawa arus.

Informasi yang dihimpun VN di lapangan, Minggu (5/7), menyebutkan ke-empat nelayan tersebut diantaranya, Yohanes Nabu (40), Jefri Naiheli (30), Yani Naiheli (25) dan Primus Taunais (30). Ke-empatnya merupakan warga Kolam Tua, RT 005, RW 002, Dusun Nino, Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu.

Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas ketika dikonfirmasi VN Minggu (5/7) membenarkan adanya empat orang warga Kolam Tua, Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, dinyatakan hilang di perairan Oepuah, Pantai Utara (Pantura). Ke-empat warga tersebut berprofesi sebagai nelayan.

Menurut Nelson, ke-empatnya menghilang saat berlayar guna melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan perahu kecil jenis ketinting. Hingga saat ini pencarian masih terus dilakukan oleh warga dan kepolisian Pospol Mena. Diduga kuat Keempat nelayan tersebut menghilang karena terbawa arus.

“Berdasarkan laporan yang kami terima benar ada empat nelayan asal Kolam Tua, Desa Oepuah Utara di wilayah Pantai Utara yang menghilang dan belum ditemukan. Kuat dugaan ke-empat nelayan itu terbawa arus saat berlayar untuk menangkap ikan,” jelas Nelson.

Ia menabahkan, setelah mendapat informasi tersebut Polres TTU melalui Pospol Mena diperintahkan untuk melakukan pencarian terhadap para korban bersama masyarakat. Dari hasil pencarian sejak Minggu pagi hingga berita ini dirilis belum berhasil ditemukan.

Selain itu, Polres TTU juga telah membangun koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten TTU guna membantu pihak kepolisian untuk melakukan pencarian terhadap ke-empat nelayan tersebut.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) BPBD Kabupaten TTU, Yosefina Lake ketika dikonfirmasi mengatakan, Pihaknya telah berkoordinasi dengan Basarnas NTT guna mendapat bantuan Tim ke Kabupaten TTU untuk melakukan pencarian terhadap ke-empat nelayan yang menghilang dan diduga terbawa arus.

Menurut Yosefina, saat ini Tim dari Basarnas NTT tengah bertolak dari Kupang Ke Kabupaten TTU sekira pukul 13.00 Wita. Namun, Dalam Perjalanan Tim mendapatkan informasi adanya kapal Nelayan yang tenggelam di selat puku afu sehingga tim kembali ke Kupang untuk melakukan pencarian terhadap para nelayan yang tenggelam di selat Puku Afu.

“Tadinya kita sudah koordinasi dengan Tim Basarnas dari Kupang dan sudah bergerak dari Kupang ke sini. Tapi, dalam perjalanan tiba-tiba ada informasi adanya kapal Nelayan yang tenggelam di Selat Puku Afu. Tim Basarnas harus kembali untuk melakukan pencarian di sana, setelah itu baru akan TTU untuk membantu pencarian,” ujar Yosefina.(bev/ol)