Empat Orang PMI Malaysia Positif, Sumba Barat Zona Merah

berbagi di:
img_20200619_160529

 

 

 

Stef Kosat
Empat Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sumba Barat yang baru kembali dari Malaysia, terkonfirmasi positif tertular Covid-19. Klaster PMI Malaysia itu menambah jumlah kasus positif Covid-19 di NTT menjadi 118 kasus.

Data tersebut merupakan hasil pemeriksaan sampel swab di Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof WZ Johannes-Kupang, yang diumumkan Sekretaris Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 NTT drg Dominikus Minggu Mere, Senin (29/6) kemarin.

Menurutnya, dalam pemeriksaan terhadap 76 sampel swab ditemukan empat sampel yang positif tertular virus corona. Empat sampel itu adalah milik PMI asal Sumba Barat yang baru kembali dari Malaysia. Karena itu disebut klaster PMI Malaysia.

Dengan hasil tersebut, maka Sumba Barat kini menjadi zona merah baru dan secara keseluruhan NTT sudah 12 kabupaten/kota yang terpapar. Empat di antaranya sudah bebas karena pasiennya sudah sembuh semua, yakni Rote Ndao, TTS, Flores Timur, dan Ende.
Tidak Panik
Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole menegaskan empat orang yang dinyatakan positif itu sejak Minggu (28/6) diisolasi di RSUD Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.

Para pasien terkonfirmasi positif memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia. Pasien YL, FLL, dan MB memiliki riwayat perjalanan Malaysia-Jakarta-Kupang. Sedangkan pasien lainnya JMRD  memiliki riwayat perjalanan dari Salatiga-Jawa Tengah.

Bupati Niga meminta masyarakat untuk tidak panik dan terus mematuhi protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker, selalu mencuci tangan degan sabun di air mengalir, juga menghindari dan menciptakan kerumunan.

Karo Humas Setda NTT selaku Jubir Gugus Tugas Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu mengatakan, klaster baru PMI Malaysia dari Sumba Barat cukup mengkhawatirkan. Karena itu, pelaku perjalanan dari luar negeri wajib menyerahkan hasil tes swabnya.

Ia meminta Gugus Tugas Nasional agar lebih ketat memeriksa pelaku perjalanan dari luar negeri agar tidak menjadi beban daerah (provinsi). Gugus Tugas Nasional yang mengkarantina PMI di pintu masuk negara seperti PLBN Nunukan, Batam, Jakarta, Surabaya dan Denpasar harus lebih ketat memeriksa kondisi PMI. (mg-01/R-4)