Empat Personel TNI Terbawa Arus di Seputar Pulau Batek

berbagi di:
ilustrasi pasukan TNI

Empat Personel TNI Terbawa Arus di Oepoli

 

Polce Siga

 

 

 

EmpatĀ orang personel TNI dari Satuan Tugas Teritorial (Satgaster) yang bertugas di Pulau Batek, pulau terluar yang berbatasan dengan wilayah Timor Leste, diduga kuat terbawa arus bersama perahu karet LCR yang mereka gunakan. Mereka berangkat dari Oepoli menuju Pulau Batek, Kamis (10/8) usai membeli bahan kebutuhan pokok di Oepoli. Namun, sampai Jumat (11/8) malam, mereka belum tiba di Pulau Batek.

 
Setelah beberapa jam dicari oleh Pihak TNI bekerjasama dengan Basarnas Kupang dan Lantamal VII/Kupang, empat personel TNI itu ditemukan dalam kondisi selamat. Ternyata perahu karet LCR yang dipergunakan oleh keempat personel itu mengalami gangguan mesin saat mereka dalam pelayaran dari Oepoli menuju Pulau Batek. Empat personel TNI itu adalah Praka Ronal, Pratu Agung, Pratu Sudarman dan Pratu Ardi.

 

Informasi yang dihimpun VN, kemarin, menyebutkan, empat anggota Satgaster itu berlayar ke Oepoli untuk membeli bahan makanan dan kebutuhan lainnya. Namun, dalam perjalanan kembali ke Pulau Batek, mesin perahu karet mereka mengalami gangguan. Pihak TNI pun meminta bantuan Basarnas Kupang untuk melakukan pencairan.

 
Komandan Resor Militer (Danrem) 161/Wira Sakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa yang dikonfirmasi VN tadi malam, membenarkan peristiwa tersebut. Dikatakannya bahwa keempat personel TNI itu dalam kondisi selamat, dan berada di perairan bagian barat Pulau Timor.

 

“Silahkan ke Kapenrem aja ya. Saya sedang monitor perkembangannya dengan Basarnas. Tapi kondisi mereka semua baik-baik saja. Belum (ditemukan), tapi HP mereka masih bisa dihubungi, dan kami terus komunikasi,” tulis Brigjen Teguh melalui pesan WhatsApp tadi malam.

 

Teguh mengatakan sudah meminta bantuan Basarnas Kupang dan KRI AL untuk mencari keberadaan empat personel TNI tersebut.

 

“Belum (ditemukan) tapi mereka masih bisa dihubungi dan kami terus komunikasi. Basarnas dan KRI TNI AL kita libatkan. Para nelayan sekitar Oepoli juga ikut mencari. Mereka masih melihat daratan dan BTS Telkomsel,” ungkap Brigjen Teguh.

 

Dari hasil komunikasi, lanjut Brigjen Teguh, para personel dalam kondisi baik dan sudah melihat daratan. Para personel juga masih berada di wilayah Indonesia.

 

“Iya Puji Tuhan mereka masih baik-baik saja, cuma mabuk laut aja karena sudah dari kemarin sore terombang-ambing di laut. Mereka terbawa arus ke arah barat, jadi masih di wilayah Indonesia,” tandasnya.

 

Kepala Penerangan Korem 161/Wira Sakti Mayor Ida Bagus Diana Sukertia menjelaskan, pada Kamis (10/8) pukul 06.00 Wita, keempat personel itu berangkat dari Pulau Batek menuju Oepoli untuk membeli kebutuhan pokok. Usai berbelanja, keempat personel berangkat dari Oepoli menuju Pulau Batek pada pukul 17.30 Wita.

 

“Kondisi normal menyeberang dari Oepoli ke Pulau Batek, waktunya 30 menit sampai 45 menit. Sampai pukul 20.00 Wita mereka belum tiba di Pulau Batek sehingga Danton Satgas Puter Lettu (Mar) Wahyu Sigit menanyakan atau menghubungi salah satu warga di Oepoli bernama Bapak Tino,” ungkap Ida Bagus.

 

Dia mengatakan, dalam pelayaran kembali ke Pulau Batek mesin perahu karet LCR mati sehingga mereka terbawa arus laut. Menurutnya, TNI sudah mengerahkan KRI Abdul Halim Perdana Kusuma-355 milik Lantamal VII/Kupang untuk mencari keberadaan para personel tersebut. Selain itu,

 

Kapal KMC milik Basarnas NTT juga ikut melakukan pencarian.

 

“KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 milik Lantamal VII/Kupang melakukan pencarian ke lokasi. Pada pukul 14:55 Wita untuk posisi terakhir kapal Basarnas sudah bisa komunikasi dengan Praka Ronal dan diperkirakan berada di perairan Lio dan sudah melihat perkampungan. Sampai saat ini kita masih bisa saling kontak melalui SMS,” ungkapnya.

 

Setelah dilakukan pencarian, lanjutnya, kapal Basarnas itu akhirnya menemukan keberadaan empat personel TNI tersebut. Saat berita ini dibuat pukul 21.30 Wita, empat personel TNI itu sudah dievakuasi dan sudah berada di atas KRI Halim Perdana Kusuma-355 milik Lantamal VII/Kupang untuk dibawa ke Kupang dengan waktu tempuh selama tiga jam.

 

“Setelah dilakukan pencarian oleh Basarnas pkl 19.49 Wita keempat personel sudah ditemukan dan naik ke kapal dalam keadaan selamat. Sekarang keempat personel dibawa menuju pelabuhan navigasi Kupang dengan jarak tempuh tiga jam,” ungkap Ida Bagus.