Ende dan Flotim Siap Terima PMI

berbagi di:
img_20200520_140220

 

 

 

 
Pemerintah Kabupaten Ende dan Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim) siap menerima kepulangan para pekerja migran Indonesia (PMI) asal kedua daerah itu yang pulang kampung karena terdampak pandemi korona.
Pemkab Ende sudah menyiapkan bus khusus untuk menjemput para PMI yang pulang menggunakan kapal pelni maupun pesawat udara lewat Maumere, Kabupaten Sikka. Sedangkan Pemkab Flotim memastikan para PMI akan di-rapid test.

“Para camat diperintahkan untuk mengantifkan pengawasan di seluruh pintu masuk, terutama di wilayah pantura guna menjaga kemungkinan ada PMI yang lewat “jalan tikus,” tegas Bupati Ende, H Djafar Achmad kepada VN, usai menghadiri rapat paripurna DPRD Ende, Selasa (19/5).

Ia mengatakan, para PMI akan dijemput menggunakan standar protokol pencegahan Covid-19. “Kami terus komunikasi, hanya belum dapat data berapa banyak yang pulang, kapan dan lewat dimana,” ujarnya.

Semua PMI yang pulang, lanjutnya, akan di-rapid test dan dilanjutkan dengan swab test. Yang positif terjangkit akan diisolasi di RSUD Ende, sedangkan yang reaktif rapid test dikarantina di rujab Bupati Ende.

Sementara itu, yang tidak ada gejala atau tidak reaktif akan ditempatkan di Stadion Marilonga.

Apabila ada PMI yang melewati jalur tidak resmi masuk Ende, lanjutnya, pihak kecamatan dan desa harus mencaritahu dan melaporkannya ke Gugus Tugas Covid-19.

“Saya minta para camat di wilayah Utara dan juga aparat desa untuk mengawasi jalur tikus yang biasa dipakai untuk masuk keluar,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Ende, Fransiskus Taso mempertanyakan kesiapan pemerintah mengantisipasi pulangnya banyak PMI.

Ia mengaku sudah meminta Pemkab Ende melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 agar mengantisipasi dengan menyiapkan lokasi maupun fasilitas yang layak untuk penanganan PMI yang datang.

Sementara itu, Sekda Flotim Paulus Igo Geroda menegaskan bahwa Pemkab Flotim  siap menerima kepulangan ribuan PMI dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti rapid test dan karantina 14 hari.

“Mereka akan dikarantina di tempat yang sudah disiapkan. Seluruh PMI akan di-rapid test. Kita doakan, PMI yang datang itu dalam kondisi sehat, tak ada yang terjangkit virus,” ucapnya.

Pihaknya tetap berupaya memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk maupun jalur-jalur tikus, baik di laut dan di darat untuk mencegah pemudik ilegal masuk Flotim.

“Kami terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk bersama menjaga wilayah ini dari pelayaran ilegal,” tuturnya. (mg-15/mi/R-4)