Energi Panas Matahari di Sumba Untuk Listrik Indonesia

berbagi di:
img-20210112-wa0024

 

 

 

 

Putra Bali Mula

Pemanfaatan energi panas matahari di Pulau Sumba untuk kelistrikan di Indonesia telah dirapatkan Pemerintah Provinsi NTT dengan Kementerian ESDM sebagai proyek masa depan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas ESDM NTT, Jusuf Adoe, saat dijumpai VN di ruang kerjanya pada Selasa (12/1). Pemanfaatan ini, kata dia, memerlukan infrastruktur yang sangat besar.

“Bukan harus tentukan waktu tapi kalau semua pihak sepakat untuk manfaatkan ini pasti jadi, karena ini skala besar apalagi kita ingin ini dibawa ke pusat beban yang ada di Jawa. Infrastruktur pendukungnya ini yang tidak mudah dan butuh biaya,” ungkapnya.

Program energi panas matahari di Pulau Sumba untuk Indonesia ini nantinya diproyeksikan dapat menghasilkan energi listrik 60.000 megawatt dan ini sesuai tuntunan kegiatan industri Indonesia.

Indonesia sendiri memiliki energi terbarukan termasuk di NTT dan ia yakin SDM Indonesia mampu dalam pengembangan ini.

“Apalagi ini sudah komitmen dunia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca,” tegasnya.

NTT punya potensi yang memenuhi target bauran energi baru terbarukan oleh Pemerintah Indonesia di tahun 2023. Untuk energi surya di NTT, lanjut Jusuf, adalah yang paling terbaik di Indonesia.

“Sehingga ini perlu dioptimalkan pengembangannya dan didorong untuk jadi karena kalau sampai dihasilkan maka bisa kita manfaatkan juga untuk pusat beban industri-industri di Jawa kita bisa distribusikan dengan kabel bawah laut dan udara,” imbuhnya lebih lanjut.

Ia menyebut konsepnya proyek ini tengah disusun dan bagaimanapun tergantung pada pihak yang terlibat dalamnya pelaksanaannya nanti.

“Selain tenaga Surya, sepanjang Alor dan pulau Flores pun terdapat energi panas bumi yang berdasarkan data Kementerian ESDM dapat menghasilkan 1000 megawatt,” lanjut dia. (bev/ol)