Ernawati dapat Beasiswa, Pengobatan Sang Ibu Ditanggung Pemkab Sikka

berbagi di:
foto-hal-01-cover-bupati-sikka-111119

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo saat berdialog dengan Theresia Udju penderita penyakit kulit, bersama anaknya Ernawati Tari di kediaman Theresia Udju di RT 04/RW 08 Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, kemarin siang. Foto: Yunus Atabara/VN

 

 

Yunus Atabara

Kesulitan hidup selama bertahun-tahun yang melilit Ernawati Tari (12) bersama ibunya, Theresia Udju, warga Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur akhirnya teratasi. Ernawati selama ini terpaksa menjadi pembantu rumah tangga agar bisa makan dan memperoleh uang jajan.

Murid Kelas VI SDI Sinde Kabor di Kelurahan Kota Uneng itu akhirnya bisa tersenyum lega. Pemkab Sikka memberikan beasiswa baginya. Sementara pengobatan sang ibu yang selama bertahun-tahun menderita penyakit kulit pun akan dibantu pemerintah. Seluruh biaya pengobatannya sampai sembuh ditanggung Pemkab Sikka melalui Dinas Sosial.

Kabar gembira untuk janda Theresia dan anak semata wayangnya itu diperoleh saat Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo alias Roby Idong mengunjungi Theresia dan anaknya di Hari Pahlawan, Minggu (110/11).

Usai berdialog dengan Theresia dan anaknya, Bupati Roby Idong langsung menginstruksikan Dinas Sosial untuk membiayai seluruh pengobatan Theresia Udju sampai sembuh.

“Saya perintahkan Dinas Sosial segera urus administrasi dan biayai seluruh pengobatan mama Theresia sampai tuntas. Mau dirujuk ke Kupang, Surabaya ataupun Jalarta harus dikawal terus sampai sembuh,” tegas Roby.

Setelah mendengar penjelasan dari Dinas Sosial bahwa Theresia Udju sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan yang dibiayai oleh pemerintah daerah, Bupati Roby kembali menegaskan negara hadir untuk setiap individu masyarakat. Pemerintah bertanggung jawab mengurus pengobatan Theresia sampai sembuh.

“Saya tidak mau dengar alasan. Mama Theresia sudah sakit bertahun-tahun tapi tidak ada perubahan. Kita bertanggung jawab urus pengobatannya sampai tuntas. Orang yang tidak mampu menjadi tanggung jawab pemerintah,” tegas Roby.

Ia juga memerintahkan Dinas PKO Sikka untuk memberikan beasiswa kepada Ernawati dan membebaskan bocah itu dari segala beban biaya agar bisa sekolah sampai perguruan tinggi.

“Dia berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak sampai perguruan tinggi. Kalau dia tidak mampu negara bertanggung jawab membiayai. Saya minta Dinas PKO segera urus administrasi mulai besok lusa dan laporkan ke saya,” kata Bupati Sikka.

Bupati Sikka yang didampingi Ketua PKK Kabupaten Sikka, Ny. Cahyani Idong, Wakil Ketua DPRD Sikka, Yoseph Karmianto Eri, Kabag Humas dan Protokol Setda Sikka, Awales Syukur dan rombongan mengawali blusukan dengan mengunjungi warga yang kurang mampu dan membagikan beras di Dusun Wetakara, dilanjutkan dengan mengunjungi Vincensius Moa yang hidup sebatang kara di sebuah pondok reot miliknya.
Kemudian Bupati Sikka melanjutkan blusukan ke Urung Pigang Kelurahan Wailiti Kecamatan Alok Barat untuk mengunjungi beberapa rumah tidak layak huni di wilayah itu.

Mendengar penjelasan Bupati Sikka tersebut Theresia Udju meneteskan air mata dan mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan perhatian pemerintah. Ia mengakui bahwa selama ini tidak bisa beraktivitas karena merasa minder dengan penyakit kulit yang dideritanya.

“Kalau saya sehat saya bisa kerja apa saja. Sekarang saya baru keluar rumah, orang sudah tutup hidung dan menghindar, jadi saya tidak bisa cari kerja,” ujarnya sambil menangis didampingi sang anak.

 

Mendukung Anggaran
Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri yang ikut dalam rombongan blusukan Bupati Sikka tersebut mengatakan sebagai wakil rakyat selalu ikut dalam blusukan Bupati Sikka untuk melihat langsung kondisi ril di masyarakat.

“Data yang kita temukan di lapangan akan menjadi dasar kami dalam penentuan anggaran. Kondisi yang kami lihat selama ini wajib kami dukung anggaran untuk pemerintah,” kata Wakil Ketua DPRD Sikka dari Partai PKB.

Sebagai wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto berharap agar pemerintah agar memperhatikan akurasi data yang vailid. Hal itu agar pemerintah bisa melakukab intervensi secara cepat dan tepat sasaran, kepada masyarakat yang membutuhkan. (nus/R-2)