Esthon Ajak Rakyat Bersatu Mendukung Pemimpin NTT Baru

berbagi di:
Calon Gubernur NTT Esthon Foenay (tengah) didampingi istri Welly Ndoenboey-Foenay, tersenyum iklas saat diminta wartawan pose bersama Viktor Laiskodat, semalam. Foto: Nahor Fatbanu/VN

Calon Gubernur NTT Esthon Foenay (tengah) didampingi istri Welly Ndoenboey-Foenay, tersenyum iklas saat diminta wartawan pose bersama Viktor Laiskodat, semalam. Foto: Nahor Fatbanu/VN

 

Yes Balle

Sikap kenegarawanan ditunjukkan calon Gubernur NTT nomor urut 1 Esthon Leyloh Foenay menyikapi hasil Pilgub NTT. Dengan jiwa besar Esthon mengakui kemenangan pasangan calon nomor urut 4 Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi (Victory-Joss) yang tersaji dalam hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei nasional dan KPU Pusat.

“Saya himbau kepada seluruh masyarakat NTT untuk bersatu dan mendukung pemimpin NTT yang sudah terpilih (dalam pemilihan 27 Juni lalu),” ungkap Esthon kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan Viktor Bungtilu Laiskodat di kediaman Esthon di Kelurahan Oepura, Jumat (29/6) petang.

Esthon yang didampingi istri tercinta Welly Ndoenboey-Foenay, menegaskan kemenangan pasangan Viktor-Josef merupakan kemenangan rakyat NTT. Sedangkan kekalahan merupakan rencana Tuhan dan menang pun adalah rencana Tuhan.

“Dalam politik kita berkompetisi dalam Tuhan kita bersaudara. Hari ini kita saling bertemu untuk saling memberikan apresiasi dukungan demi membangun NTT. Karena menang adalah rakyat dan menang dari rakyat adalah menang dari Tuhan,” kata Esthon.

Esthon yang juga Ketua DPD Gerindra NTT itu juga mengajak pendukungnya dan seluruh masyarakat NTT untuk menerima hasil Pilgub NTT.

“Saya mengajak pendukung dan masyarakat NTT untuk menerima hasil Pilgub NTT. Saya sudah melihat KPU sebagai institusi resmi sudah merilis hasil perhitungan di media massa bahwa pasangan nomor urut 4 meraih suara terbanyak” Kata Esthon Foenay kepada wartawan.

Tidak hanya menerima hasil Pilgub NTT, Esthon meminta masyarakat NTT untuk mendoakan Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi agar diberikan kesehatan dan hikmat kebijaksanaan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dalam memimpin NTT lima tahun ke depan.

Esthon juga memberi alasan mengapa ia dan parpol pengusung dua hari pascapencoblosan belum memberikan komentar terkait hasil Pilgub yang dirilis oleh lembaga hitung cepat. Hal itu, kata Esthon, dikarenakan belum memegang data yang akurat.

“Saya lihat hari ini KPU sudah rilis hasil real count di media. Nomor 4 dapat suara paling banyak. Sebelumnya saya belum kasih komentar karena belum pegang data akurat. Karena real count sudah ada, saya akui kemenangan adalah milik paslon nomor 4. Marilah kita dukung dan terima,” kata Esthon.
Bahas Kemiskinan

Ketika ditanya mengenai topik percakapan selama kurang lebih dua jam bersama Viktor di kediamannya, Esthon Foenay menjelaskan bahwa, salah satu poin penting dalam percakapan bersama Viktor adalah upaya percepatan menangani persoalan kemiskinan yang masif di Provinsi NTT.

Dalam konteks demikian, jelas Esthon, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT ke depan perlu menggandeng institusi dan lembaga keagamaan yang selama ini mengurus umatnya masing-masing. Lembaga-lembaga tersebut, sangat mengetahui warga yang miskin di wilayahnya.

“Mulai melakukan pendataan yang baik dan benar by name dan by adress sampai nomer handphone. Gunakan mitra institusi yang sudah ada di masyarakat yaitu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Ada kelompok umat basis, ada pelayanan kategorial diakonia. Libatkan institusi agama untuk mengatasi kemiskinan yang terjadi di tengah masyarakat,” kata Esthon Foenay.

Selain masalah penanggulangan persoalan kemiskinan, Esthon mengaku menitipkan persoalan kepemilikan tanah rakyat kepada Viktor. Karena saat ini, rakyat yang memiliki tanah semakin berkurang akibat dijual ke investor.
Sebagai pebisnis, tanah milik rakyat perlu mendapat perhatian penting, sehingga kepemilikannya tidak berubah walau ada investasi di wilayah Provinsi NTT.
Tetap Unggul
Sementara itu, Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi tetap memimpin perolehan suara sementara Pilgub NTT. “Pasangan nomor urut 4 masih menempati posisi pertama dengan 637.816 suara atau 34,85 persen suara dari total suara yang sudah masuk ke pusat data KPU,” ujar Ketua KPU Provinsi NTT Maryanti Luturmas Adoe kepada VN, kemarin.

Pasangan calon yang diusung Partai NasDem, Golkar, Hanura, serta PPP tersebut meninggalkan pasangan Marianus Sae-Emelia Nomleni (Marhaen) di posisi kedua dengan total suara 457.401 suara atau 24,99 persen. Pasangan bernomor urut dua ini diusung PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Posisi ketiga ditempati pasangan Esthon Foenay-Christian Rotok (Esthon-Chris) dengan 383.338 suara 20,95 persen. Sementara posisi terakhir ditempati pasangan Benny Harman-Benny Litelnoni (Harmoni) dengan meraih 351.426 suara atau 19,20 persen.

Surat suara yang sudah masuk ke data KPU baru berasal dari 7.406 tempat pemungutan suara (TPS) atau sekitar 76,55 persen dari 9.672 total TPS yang menyebar di seluruh wilayah NTT. (yes/C-1)