Fadalin DZ Crew Tetap Eksis di Tengah Pandemi

berbagi di:
img-20210302-wa0054

 

POSE BERSAMA: Istruktur Fadalin DZ Crew Zin Delsy Egong (lima dari kiri) dan Zin Kiky (enam dari kiri) berpose bersama sejumlah anggotanya di Studio Fadalin DZ Crew di depan Toko Kharisma, Oebobo, Kupang, akhir pekan kemarin.

 

 

 
Paskal Seran

 

 
KOMUNITAS Olahraga Zumba Fadalin DZ Crew tetap eksis di tangah pandemi covid-19. Komunitas yang merangkaikan musik dengan gerakan olah tubuh itu tetep menerapkan protokol kesehatan di studio.

Demikian dikatakan Istruktur Fadalin DZ Crew Zin Delsy Egong kepada VN, Selasa (2/3).

Dia mengungkapkan, di tengah pandemi covid 19 ini, komunitasnya terus beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan. “Kami tetap berolahraga dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pakai masker, cuci tangan, tes suhu tubuh sebelum memasuki studio,” ujarnya.

Menurutnya, hingga saat ini ada skitar 20 anggota yang bergabung dengan Komunitas Zumba Fadalin DZ Crew. “Kami tetap membuka peluang bagi kaum ibu untuk bergabung dengan komunitas kami. Cukup dengan mendaftarkan diri dan mau berolahraga. Silakan bergabung bersama kami karena olahraga Zumba juga dapat meningkatkan imun tubuh di tengah pandemi,” tegasnya.

Hingga saat ini, para instruktur di Fadalin DZ Crew juga memiliki lisensi menngajar. “Tanpa ada lisensi Zin kami tidak diperbolehkan untuk buka kelas karena melanggar peraturan Zumba. Seluruh Zin yang mendapat gelar ini bukan hanya asal dipanggil, tetapi kami melakukan traning khusus,” jelasnya.

Selain itu, Sin di Fadalin DZ Crew mempunyai Id card yang terdaftar di Link zumba. “Jadi selagi kami masih terdaftar sebagai Zin, ke negara mana saja kami bisa mengajar hanya dengan menujukan id card Zumba kami yang berlaku. Karena untuk Id card Zumba selalu diperpanjang per bulannya,” ungkap Zin Delsy.

“Dan kami terus memperpanjang lisensi itu karena seorang Zin yang tidak memperpanjang lisensinya, dia akan diberhentikan menjadi Zin dan tdk diperbolehkan untuk mengajar. Jika diketahui akan mendapatkan hukum pindana yang diberlakukan dari Zumba,” imbuhnya.

Istruktur lainnya, Zin Kiky menambahkan, selain menggelar olahraga zumba, komunitasnya juga sering beranjang sana ke panti ashuhan membawa bantuan tetapi jarang dipublikasikan.

“Karena memberi tangan kanan tangan kiri tidak boleh diketahui tangan kanan. Hanya dalam kelompok team kami yang cukup tahu. Akan tetapi, saat pandemi sangat buat kita kesulitan untuk melakukan kegiatan sosial lagi karena harus memngikuti peraturan protokol yang dikeluarkan sekarang,” tandasnya.

Sebagai informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, “Zumba” berasal dari kata dalam bahasa Kolombia yang berarti bersenang-senang dan bergerak cepat. Senam Zumba adalah rangkaian olahraga atau senam jantung yang menyenangkan dan mudah diikuti. Gerakan aerobik berbasis tarian ini diiringi paduan musik Latin dan internasional, dengan kombinasi irama yang cepat dan pelan.

Zumba diciptakan tanpa sengaja oleh Alberto Perez, instruktur aerobik yang lupa membawa musik yang biasa dia gunakan. Kemudian, dia memutar musik dansa yang biasa digunakannya untuk menari. Saat melakukan senam aerobik dengan musik tersebut, ternyata peserta sangat menyukainya. Menggandeng pengusaha, pada tahun 2002, Perez mulai menjual DVD senam dengan musik Latin yang mereka namakan Zumba.

Senam tersebut menjadi mendunia ketika Perez mulai menulis panduan dan memberikan pelatihan Zumba. Kini, Zumba telah dipraktikkan di lebih dari 40 negara. Selain untuk orang dewasa, terdapat juga program Zumbatomic untuk anak-anak usia 5-12 tahun. Selain dengan iringan musik Latin, kini musik Zumba menjadi lebih beragam dengan diiringi jenis musik lainnya, seperti hip-hop.

Gerakan senam Zumba dirancang untuk dilakukan berulang kali dengan menggerakkan sebagian besar otot tubuh, sehingga bermanfaat melancarkan peredaran darah dan oksigen ke seluruh tubuh dan meningkatkan detak jantung.

Ada beberapa manfaat olahraga Zumba, yaitu membakar kalori, membuat pikiran lebih tajam, meningkatkan massa otot dan kepadatan tulang, menurunkan tekanan darah dan lemak tubuh, dan membuat percaya diri.

Selain itu gerakan-gerakan pada Zumba sengaja dirancang untuk mudah dipraktikkan oleh orang dengan berbagai usia, tingkat kebugaran, dan kemampuan. Olahraga ini juga dapat dimodifikasi menjadi lebih ringan, sehingga dapat menjadi olahraga low-impact yang bisa dipraktikkan oleh lansia dan pemula. (Yan/ol)