Finalis Putri NTT Kenakan Tenun Ikat NTT di Malam Puncak

berbagi di:
foto-hal-01-cover-240220-finalis-putri-indonesia-2020-labuan-bajo-02

Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat saat memberi sambutan pada gala dinner bersama 39 finalis Putri Indonesia di Hotel Inaya Bay Labuan Bajo, Minggu (23/2) malam. Julie didampingi Putri Indonesia 2020 asal NTT, Angel Boelan. Foto: Humas Pemprov

 

 
Gerasimos Satria

Pemilihan Puteri Indonesia 2020 pada 6 Maret mengangkat tema “Colorful East Nusa Tenggara”. Para finalis akan mengenakan tenun ikat NTT.

Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat saat gala dinner bersama 39 finalis Putri Indonesia di Hotel Inaya Bay Labuan Bajo, Manggarai Barat, Minggu (23/2) malam mengatakan kehadiran para finalis Putri Indonesia 2020 merupakan bagian dari upaya mempromosikan NTT, termasuk tenun ikat dan beragam destinasi menarik.

“Meski bukan Angel Virginia Boelan dari NTT yang menang di ajang Putri Indonesia tapi mereka sudah komit untuk mengenakan tenun ikat NTT,” ucapnya.

Menurut Bunda Julie, komitmen mempromosikan pariwisata NTT dimulai dari Labuan Bajo. “Labuan Bajo seperti kejatuhan berkat dengan kehadiran finalis Putri Indonesia. Terima kasih kepada Presiden Jokowi dan Menteri Pariwisata yang mencanangkan Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas,” kata Bunda Julie.

Bupati Mabar, Agustinus Ch Dulla menyampaikan terima kasih kepada Bunda Julie yang telah menghadirkan 39 finalis Putri Indonesia di Labuan Bajo. “Terima kasih Ibu Julie. Atas nama masyarakat dan Pemkab Mabar kami menyampaikan ucapan terima kasih atas seluruh perhatian yang telah diberikan kepada Labuan Bajo,” kata Bupati Dulla.

Finalis Putri Indonesia asal Provinsi Sumatera Selatan, Widya Ayu Pratami kepada wartawan di Labuan Bajo, kemarin, menyatakan kekagumannya akan kain tenun NTT.

Menurutnya, kain tenun NTT sama seperti kain tenun di Sumatera Selatan. Ia berjanji akan mempromosikan kain tenun NTT melalui media sosial seperti instagram dan facebook.]

foto-hal-01-cover-240220-finalis-putri-indonesia-2020-labuan-bajo-01

Ia mengatakan, kain tenun adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang masih lestari sampai saat ini. Kekhasan setiap daerah antara lain digambarkan melalui kain tenun.

Ayu mengaku sudah lama mengenal kain tenun NTT, yang kerap didisain menjadi baju yang modis dan sangat menarik sehingga sangat layak dipromosikan.

“Saya sangat bersyukur bisa ke Labuan Bajo. Selain tempatnya yang indah, di sini ternyata menyimpan salah satu nilai budaya yang sangat luar biasa, yaitu kain tenun yang menarik. Kain tenun NTT kualitasnya sangat baik,” katanya.

Finalis Putri Indonesia asal Bali, Putu Ayu Saraswati menyatakan kagum akan keindahan Labuan Bajo dan kain tenun NTT. Ia mengaku baru pertama ke Labuan Bajo.

“Kami akan promosikan kain tenun NTT. Tidak hanya kain tenun, obyek wisata di Labuan Bajo yang sangat indah akan kami promosikan,” kata dia.

Sementara Karo Humas dan Protokoler Setda NTT, Marius Ardu Jelamu mengatakan, kunjungan 39 finalis Putri Indonesia di Labuan Bajo akan memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata. Para finalis Puteri Indonesia nantinya akan mempromosikan obyek wisata yang ada di Mabar khususnya, dan NTT pada umumnya.

“Kunjungan para finalis Putri Indonesia 2020 ini berkat dukungan LeViCo Butik milik Ibu Julie Sutrino Laiskodat,” pungkasnya. (sat/C-1)