FKPT Komit Lawan Covid-19 dan Radikalisme

berbagi di:
img-20210304-wa0000

 

 

 

Kekson Salukh

Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) berkomitmen untuk melawan Corona Virus Disease Tahun 2019 (Covid-19) di Indonesia dan gerakan-gerakan Radikalisme yang ingin merongrong keutuhan NKRI.

Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Hendri Prauhuman Lubis menegaskan komitmen dan tekad itu dari seluruh peserta Rakernas FKPT VIII di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Dalam Rakernas FKPT VIII yang telah berlangsung sejak 2 Maret 2021, dan diikuti oleh 32 Ketua FKPT dari seluruh Indonesia, disimpulkan untuk menjaga dan merawat Indonesia bebas dari Radikalisme dan Terorisme, dalam rangka menjaga keutuhan NKRI

“Sumbangan pemikiran cerdas yang dihasilkan pada forum ini harus memberi kontribusi nyata kepada seluruh masyarakat Indonesia, sehingga dapat selamat dari dua virus mematikan saat ini, yaitu Covid-19 dan radikalisme. Tantangan ke depan semakin kompleks, harus memacu semua komponen bangsa untuk meningkatkan kerja sama, membangun jaringan di semua lini, baik offline maupun online, sehingga ditengah segala keterbatasan aktivitas dalam memerangi terorisme dan radikalisme harus bisa menjangkau semua lapisan masyarakat” tandas jenderal TNI yang sangat concern memerangi terorisme di Indonesia.

Lebih jauh Jenderal Lubis menyampaikan hasil survey tahun lalu dimana  potensi radikalisme terus menurun dari tahun ke tahun.

“Tren positif tersebut, janganlah membuat kita lengah, namun harus meningkatkan kewaspadaan. Namun ternyata potensi radikalisme cenderung lebih tinggi di kalangan perempuan, masyarakat urban dan generasi yang lebih muda (milenial dan gen z), serta pada mereka yang aktif mencari dan menyebar konten keagamaan di internet dan sosmed,” jelasnya.

Menurutnya, radikalisme terhadap kaum perempuan merupakan fenomena terbaru, dimana perempuan sekarang tidak hanya menjadi korban, tetapi menjadi pelaku aksi terorisme, seperti yang terjadi di Surabaya dan Sibolga.

“Tantangan inilah yang harus direspon dengan cepat oleh FKPT dengan membentuk bidang khusus Perempuan dan Anak pada FKPT,” pinta deputi I BNPT yang hadir mewakili Kepala BNPT.

Asisten III Sekda Provinsi NTT sekaligus Ketua FKPT NTT, Johana Lisapaly dalam sambutannya mewakili Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan apresiasi yang tinggi dan berterima kasih kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), yang telah memilih Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, sebagai tuan rumah penyelenggara Rakernas FKPT kedelapan ini.

“Ini membuktikan bahwa NTT sebagai Nusa Terindah Toleransi yang sementara dibenahi dan didandani menjadi New Tourism Territory, menjadi tempat yang sangat aman dan nyaman untuk dinikmati, apalagi saat ini, khusus di Labuan Bajo, sebagai destinasi Super Premium tengah dipersiapkan dengan maksimal agar dapat sukses menjadi tuan rumah KTT G-20 dan ASEAN Summit 2023,” ujarnya.

Menurut dia, suksesnya penyelenggaraan Rakernas FKPT itu menjadi salah satu modal dan kekuatan untuk makin memantapkan kesiapan NTT sebagai tuan rumah pada berbagai event berkelas dunia.

“Ini juga memastikan bahwa Indonesia pada umumnya sangat aman untuk menyukseskan agenda akbar dunia tersebut. Pemerintah Provinsi NTT sendiri telah secara tegas menolak radikalisme dan terorisme ada dan berkembang di bumi Flobamorata, karena hal ini akan menghambat proses pembangunan di NTT, ” tegas mantan Kaban Kesbangpol Provinsi NTT.

Mantan Penjabat Wali Kota Kupang ini mengatakan Pemprov NTT telah membentuk FKPT sejak 2015 dan telah menyusun sebuah model kebijakan utk memberikan pemahaman terhadap nilai-nilai luhur Pancasila yg didasarkan pada kearifan lokal, serta berbagai kebijakan dan program pembangunan dapat disinergikan dengan upaya pencegahan terorisme di NTT, agar visi NTT bangkit NTT NTT sejahtera dapat terwujud.

Acara Penutupan Rakernas ini diawali dengan testimoni seorang jenderal yg dulunya menjadi bagian dari dari kaum radikalis Indonesia, yang kini telah dipercaya menjadi Direktur Pencegahan pada Deputi I BNPT, Brigjend Pol. Ahmad Nurwahid.

Pengalaman dari Jenderal Polisi inilah yang membuatnya sangat tegas menentang paham radikalisme dan terorisme terus berkembang di Indonesia.

“Indonesia harus benar-benar bebas dari terorisme agar aman, nyaman dan maju, hal ini dapat dicapai melalui kolaborasi untuk Indonesia sesuai dengan tema Rakernas FKPT VIII,” tegas pria berdarah Jogja lulusan Akpol 89 ini.

Ketua Panitia Rakernas, Chairil Anwar, yang juga adalah Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, menyampaikan bahwa kegiatan Rakernas yang diikuti oleh 192 peserta dari 32 provinsi di Indonesia dibagi dalam tiga kelas virtual, masing-masing bertempat di Hotel La Prima, Bintang Flores dan Jayakarta.

Ada enam kegiatan yang telah dilakukan yaitu bidang media massa, hukum dan humas, perempuan dan anak, pemuda dan pendidikan, agama, sosial dan budaya, pengkajian dan penelitian. Seluruh kegiatan ini, kecuali bidang penelitian akan dilaksanakan secara online oleh karena situasi pandemi Covid-19.

Kegiatan penutupan rakernas FKPT VIII dihadiri juga oleh Plt. Sekda Kabupaten Manggarai Barat, Ismail. Surdi dan sejumlah pejabat penting di lingkungan BNPT. (bev/ol)