Flores Ditetapkan Jadi Pulau Panas Bumi

berbagi di:
Salah satu sumber panas bumi di Mataloko - Bajawa

Salah satu sumber panas bumi di Mataloko – Bajawa

 

 

 

Pemerintah pusat telah menetapkan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai Pulau Panas Bumi karena memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber listrik maupun sumber nonlistrik.

 

 

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTT, Boni Marasina mengatakan penetapan Flores sebagai Pulau Panas Bumi itu tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM nomor 2268 K/30/MEM/2017 tentang Penetapan Pulau Flores sebagai Pulau Panas.

 

 

“Saya baru saja kembali dari Jakarta untuk menerima surat keputusan langsung dari Menteri ESDM Ignasius Jonan. Surat ini belum juga saya sampaikan kepada Pak Gubernur karena sedang berada di luar kota,” kata Boni di Kupang, Jumat (11/8).

 

 

Dia mengatakan, keputusan itu didukung pula dengan telah disusunnya peta jalan (road map) Pulau Flores sebagai pulau panas bumi. Penyusunan road map dikerjakan oleh ARUP, konsultan internasional dari Inggris, dan didukung oleh World Wide Fund (WWF).

 

 

Penyusunan peta jalan itu merupakan salah satu hasil dari Kerja Sama Kajian Strategis Panas Bumi yang telah ditandatangani pada 19 Agustus 2015 antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Inggris.

 

 

Marasina menjelaskan, potensi geotermal tersebar di 16 titik di Pulau Flores yakni di Waisano, Ulumbu, Wai Pesi, Gou-Inelika, Mengeruda, Mataloko, Komandaru, Ndetusoko, Sokoria, Jopu, lesugolo, Oka Ile Ange, Atedai, Bukapiting, Roma-Ujelewung dan Oyang Barang.

 

 

Hingga saat ini, kata dia, hanya Ulumbu dan Mataloko yang sudah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik dengan total kapasitas terpasang sebesar 12,5 MW.

 

 

“Pulau Flores memiliki potensi panas bumi sebesar total 902 MW atau 65% dari potensi panas bumi di provinsi Nusa Tenggara Timur,” ungkapnya.

 

 

Potensi ini, kata Boni, belum termasuk pembangkit listrik tenaga arus laut yang akan dikembangkan di Selat Gonzalu, selat yang menghubungkan Larantuka dengan Pulau Adonara di Kabupaten Flores Timur.

 

 

Karena itu, dia berharap, keputusan Flores sebagai sebagai Pulau Panas Bumi ini dapat ditindaklanjuti sehingga mampu meningkatkan rasio elektrifikasi di provinsi berbasis kepulauan itu. (X-12)

 

 

Sumber: Media Indonesia