Frador Voice SMAK Frateran Podor Lolos ke Babak Grandpix Singapura

berbagi di:
img-20190731-wa0008
Tim Frador Voice. Foto: Dok. SMAK Podor.
Hiero Bokilia
Frador Voice SMAK Frateran Podor, Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur berhasil lolos ke babak Grandpix Singapura Intrrnational Choir Festival 2020. Frador Voice lolos setelah mampu meraih emas pada ajang Bali International Choir Festival, (25-27/7)  lalu.
Frador Voice yang baru pertama kali mengikuti ajang ini berhasil menyabet dua medali emas kategori folklore dan satu medali perak kategori teenager’s di ajang Bali International Choir Festival.
Hal itu disampaikan guru SMAK Frateran Podor Emanuel Fernandes menjawab VN, Selasa (30/7).
Ia mengaku meski baru tampil perdana di ajang Bali International Choir Festival, namun Frador Voice mampu menyita perhatian juri. Dalam teenager’s choir dan folklore category, Frador Voice harus bersaing dengan 53 negara dan membuktikan diri mampu melaju ke babak championship untuk kategori folklore setelah menyabet medali emas level IV dalam lomba pada Jumat (26/7).
Fernandes mewakili lembaga dan keluarga besar SMAK Frateran Podor menyampaikan terima kasih berlimpah atas doa dan dukungan semua pihak kepada Frador Voice.
“Terima kasih banyak terutama kepada Pemerintah Kabupaten Flores Timur yang telah memberikan dukungan penuh untuk keberhasilan ini,” kata Fernandes.
Ia mengatakan  sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih maka keluarga besar SMAK Frateran Podor mengadakan acara penjemputan kontingen Frador Voice di perbatasan Kabupaten Sikka-Flores Timur di Boru, Kecamatan Wulanggitang.
Penyambutan di Boru, perbatasan Kabupaten Flotim – Sikka pada Senin (29/7) tak hanya dihadiri para guru, karyawan, dan siswa SMAK Frateran Podor. Akan tetapi, hadir pula Camat Wulanggitang, para orangtua dari peserta Frador Voice, para alumni SPG Podor angkatan 1987, alumni SPG Podor angkatan 1989, juga para alumni SMAK Frateran Podor.
Sebelum penyambutan di perbatasan, Frador Voice terlebih dahulu disambut di Bandar Udara Frans Seda Maumere oleh Kepala SMAK Frateran Podor dan perwakilan guru. Mereka kalungi bunga dan kain selendang.
Saat tiba di perbatasan, Frador Voice disambut sapaan adat oleh pemuka adat setempat dan disuguhkan sirih pinang. Meski sempat molor dari jadwal semula pukul 13.00 Wita, tak sedikitpun mengurangi antusias para penjemput menyambut kepulangan Frador Voice yang pulang membawa dua medali emas dan satu medali perak.
Fernandes menjelaskan, setelah acara penyambutan secara adat, Frador Voice lalu diarak menuju Kota Larantuka. Para penjemput begitu banyak. Mereka menumpang tujuh unit truk, 11 mobil pick up, dan empat unit bus yang merupakan bantuan dari alumni SPG Podor angkatan 1987, alumni SPG Podor angkatan 1989, alumni SMAK Podor angkatan 1999 serta dari Pemkab Flotim.
Guru Bahasa Indonesia SMAK Frateran Podor, yang juga pegiat seni Robert Sabon Taka mengapresiasi prestasi anak didiknya yang meraih medali perak dan emas di ajang Bali International Choir Festival.
Ia mengakui sejak 1960-an Podor sudah dikenal dengan paduan suaranya dan itu terus berkibar selama 50 tahun. Kini setelah 50 tahun, era baru Podor telah tiba untuk mengangkatnya ke dunia yang lebih luas.
“Proficiat buat semua pejuang yang gigih. Saatnya Podor go international,” kata Sabon Taka.
Kepala SMAK Frateran Podor Frater Sebastuanus, BHK mengapresiasi prestasi yang diraih Frador Voice di ajang Bali International Choir Festival. Ia juga meyampaikan terima kasih atas pengorbanan dan kerja keras mereka bersama para pendamping yang mampu mengharumkan nama SMAK Frateran Podor dan Flores Timur di ajang internasional itu.
Frater Sebastianus juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Flotim, alumni SPG, alumni SMA, para orangtua dan semua partisipan yang turut terlibat membantu kelancaran penjemputan Frador Voice. (bev/ol)